JAKARTA, KOMPAS.com - Gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak dialami orang.
Namun sayangnya, gangguan perkembangan saraf ini seringkali tak disadari oleh banyak orang yang mengalaminya.
"ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus, mengontrol impuls, dan mengatur aktivitas tenang versus hiperaktif yang berkembang secara tidak sesuai," ujar Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Subspesialis Kedokteran Jiwa Anak dan Remaja Rumah Sakit Pondok Indah – Bintaro Jaya, Anggia Hapsari saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (12/4/2026).
Gejala ADHD bisa muncul sebelum pengidapnya berusia tujuh tahun. Namun, tak menutup kemungkinan gangguan saraf ini baru terdektesi di usia dewasa.
Banyak orang dewasa yang mengalami ADHD tidak menyadari kondisi mereka hingga adanya tuntutan hidup, pekerjaan atau hubungan dengan orang lain meningkat, dan membuat gejala inatensi, serta impulsivitas yang sebelumnya tersembunyi menjadi lebih terlihat.
Baca juga: Dianggap Malas dan Nakal, Anak dengan ADHD Ini Berjuang Bertahan di Sekolah
Gejala ADHDAda tiga gejala utama ADHD yang seringkali tak disadari banyak orang. Di sisi lain, pengidap satu dan lainnya gangguan saraf ini bisa mengalami gejala yang berbeda-beda.
Gejala pertama yang paling sering tak disadari banyak orang adalah inattention atau sulit fokus.
Gejala ini sering membuat orang dengan ADHD mudah terdistraksi, sering lupa baik itu mengerjakan tugas atau menaruh barang, sulit menyelesaikan sesuatu sampai selesai, dan seringkali terlihat melamun.
Kedua, hiperaktif merupakan gejala yang seringkali melekat pada para pengidap ADHD.
Gejala hiperaktif paling sering dialami oleh anak-anak seperti tidak bisa diam, gelisah, suka lari-larian atau bergerak berlebihan, dan sulit duduk secara tenang dalam waktu lama.
Ketiga, Implusif (Impulsivity) gejala yang sering membuat pengidap ADHD tak sabar menunggu giliran dalam berbagai kegiatan dan bertindak tanpa berpikir dulu.
Baca juga: Kisah Dosen Baru Sadar ADHD di Usia Dewasa, Ini Tanda dan Risikonya
ADHD pada orang dewasaGejala ADHD pada dewasa seringkali berbeda dengan anak-anak. Selain itu, gejala antara pengidap satu dengan lainnya juga belum tentu sama.
"ADHD pada orang dewasa sering tidak terlihat 'hiperaktif' seperti pada anak," ujar Anggia.
Biasanya, orang dewasa dengan ADHD cenderung sulit fokus dan mudah terdistraksi.
Kemudian, ADHD dewasa juga sering menunda pekerjaan atau prokrastinasi. Mereka juga cenderung sulit mengatur waktu dan prioritas.
Pengidap gangguan saraf ini juga cenderung mudah lupa dan ceroboh, implusif dalam mengambil keputusan keuangan atau relasi, serta mudah merasa gelisah atau tidak bisa diam secara internal.
"Banyak orang dewasa baru menyadari dirinya memiliki ADHD setelah mengalami kesulitan dalam pekerjaan atau hubungan interpersonal," ucap dia.
Baca juga: ADHD Tak Bisa Sembuh Total, Ini Cara Penanganan yang Tepat Menurut Psikolog
Anggia juga menegaskan bahwa anak aktif dan ADHD tentu saja berbeda. Namun, banyak orang sulit untuk membedakannya.





