Viral! Seorang Gadis Tewas karena Tersengat Listrik Setelah Menggunakan Mainan Manik-manik Perler

erabaru.net
8 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada 9 April 2026, sebuah mainan populer di Tiongkok bernama “pin dou” (beads/perler beads) menjadi trending karena masalah keselamatan. Menurut laporan media pemerintah Tiongkok CCTV, pada  Maret lalu di Guiyang, Guizhou, seorang gadis kecil mengalami sengatan listrik saat bermain mainan tersebut di rumah. Insiden terjadi pada tahap terakhir, yaitu proses “menyetrika” (pemanasan). Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun sayangnya meninggal dunia. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan.

Sebenarnya, insiden seperti ini bukan pertama kali terjadi, dan sebagian besar kasus terjadi pada tahap pemanasan tersebut.

Cara bermain mainan ini umumnya adalah menyusun butiran kecil berwarna menjadi pola, lalu menggunakan setrika kecil untuk memanaskannya agar menyatu. Masalah utama justru terletak pada proses pemanasan ini.

Laporan menyebutkan bahwa pada 7 April, petugas pengujian melakukan tes terhadap dua produk mainan yang laris di pasaran. Hasilnya menunjukkan bahwa setrika kecil yang disertakan dapat mencapai suhu lebih dari 130°C hanya dalam 3 menit setelah dialiri listrik, dan suhu terus meningkat seiring waktu.

Para ahli menyatakan bahwa setrika kecil ini tidak memiliki pengatur suhu. Begitu dialiri listrik, alat akan terus memanas tanpa kontrol, sehingga sangat mudah menyebabkan luka bakar.

Selain itu, alat tersebut juga tidak memiliki penyangga. Setelah digunakan, anak-anak cenderung meletakkannya sembarangan, yang berisiko menyentuh benda di sekitarnya dan bahkan memicu kebakaran.

Selain suhu tinggi, terdapat juga risiko kebocoran listrik. Pada pertengahan Maret, di Yuncheng, Shanxi, seorang gadis mengalami insiden saat bermain mainan ini ketika setrika kecil tiba-tiba mengalami kebocoran listrik dan terbakar, memercikkan api. Meski listrik segera dicabut, tangannya tetap mengalami luka bakar.

Masalah lain yang sering diabaikan adalah tegangan listrik. Beberapa produk menggunakan tegangan 220 volt, padahal menurut standar, mainan anak-anak seharusnya tidak melebihi 24 volt. Artinya, produk seperti ini memiliki potensi bahaya keselamatan yang signifikan.

Selain itu, selama proses pemanasan, jika dilakukan di ruang tertutup, bahan dari mainan tersebut dapat melepaskan gas berbahaya seperti formaldehida dan karbon monoksida, yang juga berdampak buruk bagi kesehatan.

Saat ini, mainan jenis ini masih banyak dijual di pasaran. Para orang tua diimbau untuk sangat memperhatikan keselamatan saat anak-anak memainkannya. (Hui)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yasmin Napper Blak-blakan Alasan Pilih Peran Anak Pertama di Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Nikita Mirzani Dipenjara, Dua Anaknya Alami Keterbatasan Kasih Sayang
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Komdigi Gandeng Startup AI Telusuri Dana Judol
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dukung Sinergi Antar Daerah, Wakil Bupati Sidrap Hadiri HUT Barru ke-66
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Posisi PSS Sleman di Puncak Klasemen Terancam usai Ditaklukkan Barito Putera
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.