Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat bergerak turun menyusul bursa saham di kawasan Asia yang turut menunjukkan pelemahan.
Pada Senin (14/4/2026), IHSG dibuka melemah sebanyak 48,41 poin atau 0,65 persen ke posisi 7.410,09. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun sebesar 5,28 poin atau 0,71 persen ke posisi 741,19.
“Secara umum, resiliensi permintaan domestik masih menjadi penopang utama di tengah tekanan eksternal. IHSG berpeluang menguat terbatas pada hari ini,” ungkap Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya, dikutip dari Antara.
Dari situasi geopolitik internasional, negosisasi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran di Islamabad, Pakistan, tidak mencapai kesepakatan apapun. Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang disetujui pada Rabu (8/4/2026) lalu menjadi rentan.
Pada sisi makro, data inflasi AS tercatat 0,9 persen month to month (mtm) dan 3,3 persen year on year (yoy) imbas kenaikan harga energi.
The Fed berkemungkinan akan berada dalam posisi sulit antara menjaga kestablian harga atau mendukung pertumbuhan, terlebih jika harga minyak tetap di level tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
Di kawasan Asia, pertumbuhan ekonomi China berpotensi dapat menopang keyakinan permintaan global, terutama pada negara eksportir seperti Indonesia.
Sebaliknya, data yang kurang memuaskan akan berimbas pada risk-off sentiment dan menimbulkan tekanan pada aset berisiko.
Pelaku pasar dalam negeri masih menunggu rilis indikator konsumsi dan sektor riil oleh Bank Indonesia (BI), di antaranya Survei Penjualan Eceran, Statistik Utang Luar Negeri (ULN), hingga Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia (BI) dan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU).
Data konsumsi pasca Ramadan juga menjadi salah satu tonggak penilaian keberlanjutan daya beli, sedangkan stabilitas ULN menjadi indikator penting terhadap pandangan risiko eksternal dan arah arus modal.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 498,61 poin atau 0,88 persen ke 56.425,50, indeks Shanghai melemah 9,28 poin atau 0,23 persen ke 3.976,95, indeks Hang Seng melemah 299,04 poin atau 1,15 persen ke 25.594,50, dan indeks Strait Times melemah 13,66 poin atau 0,27 persen ke 4.975,75.
Pada perdagangan Jumat (10/4/2026), bursa saham Eropa ditutup beragam, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,65 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,03 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,01 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,17 persen.
Bursa AS Wall Street juga ditutup bervariasi pada Jumat (10/4/2026), di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,56 persen ke 47.916,57, indeks S&P 500 melemah 0,11 persen ke 6.816,89, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,14 persen ke 25.116,34. (ant/vve/iss)




