Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dijadwalkan melakukan kunjungan ke Brunei dan Malaysia pada 14-17 April 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya diplomatik untuk mengamankan pasokan bahan bakar di tengah gangguan akibat perang di Iran.
Dalam lawatan tersebut, Albanese akan mengunjungi Bandar Seri Begawan dan Kuala Lumpur. Ia dijadwalkan bertemu dengan Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, juga akan bertemu dengan para mitranya di kedua negara tersebut.
Albanese menegaskan pentingnya kerja sama regional dalam menjaga ketahanan energi Australia.
“Melibatkan mitra penting di kawasan seperti Brunei Darussalam dan Malaysia akan membantu memastikan pasokan energi Australia tetap aman di tengah ketidakpastian,” ujarnya di kutip dari Reuters, Senin (13/4).
Kunjungan ini dilakukan saat Australia semakin mengandalkan negara-negara Asia untuk menjaga pasokan energi, menyusul gangguan akibat blokade Iran di Selat Hormuz, jalur vital yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia.
Australia, yang mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan bahan bakarnya, kini menghadapi kelangkaan di beberapa wilayah serta lonjakan harga sejak penutupan jalur tersebut.
“Kami mengambil setiap langkah untuk memperkuat hubungan dan bekerja sama dengan mitra utama agar pasokan bahan bakar tetap mengalir," katanya.
Dalam rantai pasokan energi, Malaysia menjadi pemasok bahan bakar olahan terbesar ketiga bagi Australia, serta menyuplai sekitar 10 persen impor urea untuk pupuk. Sebaliknya, Australia memasok sekitar 95 persen kebutuhan impor gas alam Malaysia.
Sementara itu, Brunei menyumbang sekitar 9 persen impor diesel Australia dan 11 persen impor urea untuk pupuk. Pemerintah Australia juga telah melakukan pembicaraan terkait pasokan energi dengan sejumlah negara lain, termasuk China, Indonesia, Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan.
Sebelumnya, Albanese juga mengunjungi Singapura dan bertemu Perdana Menteri Lawrence Wong. Kedua pemimpin sepakat mempererat kerja sama guna menjaga keamanan energi di kawasan.





