Chandra Asri (TPIA) Raup Laba Bersih USD205 Juta pada Kuartal I-2026

idxchannel.com
2 hari lalu
Cover Berita

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja positif dalam tiga bulan pertama 2026 dengan membukukan laba bersih USD205 juta.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja positif dalam tiga bulan pertama 2026 dengan membukukan laba bersih USD205 juta. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja positif dalam tiga bulan pertama 2026. Emiten petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu itu membukukan EBITDA USD421 juta dengan laba bersih USD205 juta.

Capaian tersebut didorong oleh performa kilang yang kuat, strategi pengadaan bahan baku yang optimal, serta eksekusi transformasi grup menjadi pemain industri regional yang terdiversifikasi di Asia Tenggara.

Baca Juga:
Chandra Asri (TPIA) Tingkatkan Kapasitas Pabrik MTBE dan Butene-1 hingga 25 Persen

Angka ini membaik dibandingkan kuartal I-2025 yang membukukan rugi bersi USD23,6 juta. Laba pada tiga bulan pertama 2026 tersebut juga merupakan yang tertinggi dalam sejarah perusahaan, yang didorong oleh integrasi aset Shell Singapore dan ritel ExxonMobil Singapore yang diseelsaikan dalam satu tahun terakhir.

Selain itu, perseroan juga mempertahankan likuiditas yang solid sebesar USD3,8 miliar. Kondisi ini memungkinkan grup untuk terus berinvestasi secara aktif di tengah volatilitas siklus, serta mengambil risiko secara terukur dalam berbagai kondisi pasar.

Baca Juga:
TPIA Raup Laba Rp23,8 Triliun di 2025, Terbang 2.662 Persen

Chandra Asri berhasil mencatat peningkatan margin kilang di tengah volatilitas dan perubahan pasokan di kawasan Timur Tengah. Optimalisasi pemilihan crude slate serta penempatan produk memungkinkan grup untuk memaksimalkan spread (crack) dan throughput sepanjang kuartal I-2026.

Selain itu, salah satu pembeda utama kinerja pada kuartal ini terletak pada keunggulan operasional pabrik, didukung sourcing proaktif dan diversifikasi pasokan, sehingga memungkinkan fleksibilitas dalam penggunaan berbagai jenis bahan baku.

"Pendekatan yang adaptif dan eksekusi yang solid ini memungkinkan grup mengolah minyak mentah dan intermediate yang lebih menguntungkan di tengah kondisi pasar yang ketat, sekaligus menjaga tingkat utilisasi dan yield produk tetap tinggi," kata manajemen Chandra Asril dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).

Di tengah industri petrokimia yang menantang, perseroan tetap menjalankan operasional secara disiplin dan mengendalikan biaya. Perseroan juga menyelesaikan investasi utama seperti ekspansi fasilitas Butene-1 dan MTBE di Cilegon, Banten.

Selain itu, anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)  juga terus mengembangkan kapabilitas infrastruktur di bidang logistik, penyimpanan, dan utilitas di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat integrasi, meningkatkan efisiensi biaya, serta menciptakan sumber pendapatan berulang yang lebih stabil.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Marak 'Rayap Besi' di JPO, Pramono: Pasang CCTV dan Tindak Tegas Pelaku
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Polri Beberkan Fokus Utama dalam Satgas Haji: Berantas Haji Ilegal-Mengungkap Jaringan Travel Nakal
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Tekankan Keselamatan Jemaah Haji di Tengah Konflik Timur Tengah
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Kemensos dan BPS Pemutakhiran DTSEN Guna Penyaluran Bansos Tepat Sasaran 
• 3 jam lalurealita.co
thumb
KEK Industropolis Batang Kebut Pengembangan Lahan Fase 2 & Konektivitas KA
• 33 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.