Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Lembata
Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur kembali meningkat. Gunung yang berada di Kecamatan Ile Ape ini dilaporkan mengalami erupsi pada Senin, 13 April 2026.
Berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan terjadi pada pukul 11.42 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak, atau sekitar 1.923 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu yang dihasilkan terpantau berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas cukup tebal dan condong ke arah barat. Aktivitas erupsi tersebut juga terekam melalui seismogram dengan amplitudo maksimum 38 milimeter serta durasi sekitar 42 detik.
Meskipun terjadi erupsi, status Gunung Ile Lewotolok masih berada pada Level II atau Waspada. Namun demikian, masyarakat dan pengunjung tetap diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi.
“Waspada potensi ancaman bahaya guguran longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut dari pusat erupsi. Gunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit, guna menghindari gangguan pernapasan (ISPA) dan gangguan kesehatan Iainnya. Tutup rapat tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik,” tulis PVMBG dalam keterangan resminya.
PVMBG juga mengingatkan warga agar tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Kewaspadaan menjadi kunci untuk meminimalisir risiko akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Editor: Redaksi TVRINews





