"Lebih Tinggi Pace, Lebih Mahal Tarif" Cerita Joki Lari Raup Rp 400.000 Sehari

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktik jasa joki lari menjadi salah satu fenomena yang muncul di tengah penggunaan aplikasi kebugaran digital.

Dalam layanan ini, seseorang dibayar untuk berlari atas nama pengguna lain, dengan jarak tempuh dan kecepatan yang telah ditentukan.

Selama berlari, aktivitas tersebut direkam melalui aplikasi, kemudian hasilnya diunggah ke akun pengguna, sehingga terlihat seolah-olah pemilik akun yang menjalankan aktivitas tersebut.

Aktivitas yang semula bersifat personal untuk menjaga kesehatan kini perlahan berubah menjadi ruang pembuktian sosial, di mana capaian lari tidak hanya diukur dari manfaat fisik, tetapi juga dari bagaimana hasil tersebut ditampilkan dan diakui oleh orang lain.

Andra (25) menjadi salah satu contoh pengguna jasa joki lari yang awalnya tidak pernah terpikir untuk menggunakan layanan tersebut.

Namun, paparan lingkungan yang kuat membuatnya perlahan berubah.

“Cuma di sekitar saya kok kayak semua orang lari ya. Di Instagram, di kantor, bahkan teman-teman nongkrong juga pada bahas soal lari, pace sebagainya," kata dia saat dihubungi, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: Dari Hobi Jadi Cuan, Cerita Joki Lari Manfaatkan FOMO dan Validasi Sosial

Ia mengaku suasana tersebut membuatnya ikut terbawa, meskipun tidak memiliki cukup waktu untuk benar-benar menjalani aktivitas lari secara konsisten.

Pada awalnya, Andra sempat memiliki semangat untuk menjalani gaya hidup sehat.

Ia bahkan sudah mempersiapkan berbagai perlengkapan lari.

“Bahkan sempat niat banget di awal. Gue beli sepatu lari yang lumayan mahal, beli outfit juga, kayak sudah siap jadi ‘anak lari’ gitu lah," kata dia.

Namun, rutinitas kerja dan kelelahan membuat niat tersebut tidak bertahan lama.

Frekuensi larinya pun menurun drastis hingga akhirnya hampir berhenti sama sekali.

“Dulu sempat, seminggu bisa dua sampai tiga kali. Tapi itu cuma bertahan sebentar. Setelah itu mulai bolong-bolong, terus akhirnya hampir enggak pernah sama sekali," ujar dia.

Jalan Pintas untuk Tetap Terlihat Aktif

Andra pun mengakui keputusan menggunakan jasa joki muncul sebagai kompromi antara keinginan untuk tetap terlibat dalam tren dan keterbatasan waktu.

“Daripada ketinggalan atau enggak ikut sama sekali, akhirnya gue cari jalan tengah. Ya sudah, pakai joki saja" kata dia.

Ia juga mengakui bahwa media sosial memperkuat dorongan tersebut, karena aktivitas lari kini menjadi sesuatu yang mudah dipamerkan.

“Semua orang upload hasil larinya, screenshot aplikasi, terus kayak jadi standar baru gitu loh," katanya.

Baca juga: Tekanan Leaderboard Kantor, Karyawan Pilih Jalan Pintas Pakai Joki Lari

Perasaan tertinggal menjadi salah satu faktor kuat yang mendorong penggunaan jasa joki.

Bahkan, ia sempat mengunggah hasil lari yang dikerjakan oleh joki dan merasakan kepuasan tersendiri dari respons yang diterima.

“Ya senang sih, jujur saja. Kayak dapat pengakuan. Padahal di dalam hati ya… tahu sendiri itu bukan hasil gue sepenuhnya," katanya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Karena Target Kantor

Sementara bagi Amanda (28), penggunaan jasa joki lari bukan berangkat dari tren atau sekadar ikut-ikutan, melainkan tuntutan langsung dari lingkungan kerja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringatan Dini BMKG Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi Pada 13 16 April 2026
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Mengunjungi festival bunga tulip di Istanbul, Turki
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Studi: Populasi Manusia Lampaui Kapasitas Bumi, Risiko Krisis Global Meningkat
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Resmi Ditahan, KPK Ungkap Peran Ajudan Gubernur Riau Marjani di Kasus Abdul Wahid
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Pakistan Minta AS dan Iran Tetap Jaga Gencatan Senjata Usai Negosiasi Gagal
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.