tvOnenews.com - Laga pekan ke-32 Serie A antara Genoa CFC dan US Sassuolo Calcio, Minggu (12/4/2026) diwarnai drama panas tak hanya di lapangan, tetapi juga di luar garis permainan.
Bermain di Stadio Luigi Ferraris, pertandingan tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Genoa.
Tak hanya hasil pertandingan, perhatian publik juga tertuju pada kericuhan yang pecah di lorong menuju ruang ganti.
Ketegangan sebenarnya sudah terasa sejak babak pertama saat Genoa unggul lebih dulu lewat gol Ruslan Malinovskyi pada menit ke-18, yang membuat atmosfer pertandingan semakin panas.
Situasi memuncak saat jeda turun minum. Adu mulut terjadi antara kapten Sassuolo, Domenico Berardi, dengan pemain Genoa, Stefano Sabelli.
Perselisihan itu makin memanas setelah Mikael Ellertsson ikut terseret, bahkan melontarkan teriakan agresif yang memperkeruh suasana.
Keributan tak berhenti di situ. Saat para pemain berjalan menuju ruang ganti, adu mulut berubah menjadi aksi fisik.
Lorong stadion yang sempit menjadi saksi baku hantam antarpemain yang sulit dikendalikan.
Di tengah situasi kacau tersebut, aksi kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, justru menjadi sorotan.
- Sassuolo
Pemain berjuluk Bang Jay itu hadir sebagai penenang dalam keributan yang terjadi.
Dalam video yang dibagikan akun Instagram @vibeballs, Jay terlihat aktif melerai dan mencoba meredam emosi rekan-rekannya agar situasi tidak semakin memburuk.
"Terlahir untuk memimpin, Jay Idze sekali lagi memamerkan karakter kuatnya di lapangan. Dalam momen panas yang melibatkan rekan timnya Domenico Berardi dan pemain Genoa Ellertsson, Idze masuk sebagai pembuat perdamaian di tengah ketegangan yang meningkat. Dengan pendekatan yang tegas namun tersusun, ia bekerja untuk menenangkan situasi dan mencegah konflik meningkat lebih jauh.
Perannya melampaui mengenakan ban kapten dengan Tim Nasional Indonesia, karena ia secara konsisten bertanggung jawab di saat-saat penting. Ketika emosi berjalan tinggi dan intensitas permainan memuncak, tokoh-tokoh seperti Idze menonjol, membuktikan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya tentang memberikan instruksi, tetapi juga tentang menjaga kontrol, ketenangan, dan sportivitas di lapangan.



