Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara mendukung penuh partisipasi Jakarta Concert Orchestra (JCO) dan Batavia Madrigal Singers (BMS) dalam Festival Musik Ankara Internastional ke-40 yang berlangsung pada Sabtu (11/4) dan Minggu (12/4).
Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, mengatakan bahwa kehadiran musisi Indonesia di bawah arahan maestro Avip Priatna di panggung internasional merupakan wujud nyata promosi citra Indonesia yang kreatif, terbuka, dan kaya akan talenta seni.
"Budaya Indonesia tampil dengan warna modern yang berkelas," kata Dubes Achmad Rizal Purnama dalam pernyataan KBRI Ankara yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut Dubes Rizal, musik merupakan kebudayaan yang memiliki kekuatan untuk menyatukan dan mempererat persahabatan antarbangsa, termasuk Indonesia dan Turki.
Dia menambahkan penampilan lagu "Indonesia Pusaka" menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam pertunjukan tersebut.
Baca juga: KBRI Ankara apresiasi perusahaan Turki konsisten impor produk RI
Dubes Rizal pun mengapresiasi dan merasa bangga atas sambutan hangat masyarakat Turki terhadap musisi Indonesia di panggung itu.
Pada Sabtu (11/4), JCO dan BMS membawakan karya Indonesia yang menunjukkan keragaman Indonesia, antara lain "Sepasang Mata Bola" karya Ismail Marzuki, "Tanah Air" karya Saridjah Niung, serta lagu daerah seperti "Bubuy Bulan" dari Jawa Barat dan "Sik-Sik Batu Manikam" dari Sumatera Utara.
Sehari berikutnya, JCO dan BMW kembali tampil membawakan lagu-lagu Indonesia dan internasional, termasuk "Somewhere Over The Rainbow" yang dipopulerkan Judy Garland dan "Bahasa Kalbu" ciptaan Titi DJ, Andi Rianto, dan Dorie Kalmas.
Penampilan orkestra tersebut juga didukung para solois, yaitu James Napoleon Lai (piano), Giovani Biga (biola), Metta F. Ariono dan Marini Widyastari (flute), serta Nino Ario Wijaya (klarinet).
Baca juga: Dubes RI di Turki ajak diaspora untuk jaga solidaritas di hari Lebaran
Dalam dua hari pertunjukan, penampilan musisi Indonesia menarik sekitar 1.500 penonton. Berbagai elemen masyarakat Indonesia, terutama mahasiswa Indonesia di Turki, juga datang untuk memberikan dukungan.
Sejumlah tamu kehormatan, seperti dubes China, dubes Moldova, dubes Kamboja, dubes Filipina, perwakilan perusahaan, dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki, turut hadir dalam pertunjukan tersebut.
Festival yang diselenggarakan Sevda-Cenap and Music Foundation itu didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Turki. Sejak 1993, festival tahunan Ankara itu juga menjadi bagian dari rangkaian European Festival Association (EFA).
Baca juga: Rano: Perayaan hubungan diplomatik Indonesia-Turki wujud diplomasi
Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, mengatakan bahwa kehadiran musisi Indonesia di bawah arahan maestro Avip Priatna di panggung internasional merupakan wujud nyata promosi citra Indonesia yang kreatif, terbuka, dan kaya akan talenta seni.
"Budaya Indonesia tampil dengan warna modern yang berkelas," kata Dubes Achmad Rizal Purnama dalam pernyataan KBRI Ankara yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut Dubes Rizal, musik merupakan kebudayaan yang memiliki kekuatan untuk menyatukan dan mempererat persahabatan antarbangsa, termasuk Indonesia dan Turki.
Dia menambahkan penampilan lagu "Indonesia Pusaka" menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam pertunjukan tersebut.
Baca juga: KBRI Ankara apresiasi perusahaan Turki konsisten impor produk RI
Dubes Rizal pun mengapresiasi dan merasa bangga atas sambutan hangat masyarakat Turki terhadap musisi Indonesia di panggung itu.
Pada Sabtu (11/4), JCO dan BMS membawakan karya Indonesia yang menunjukkan keragaman Indonesia, antara lain "Sepasang Mata Bola" karya Ismail Marzuki, "Tanah Air" karya Saridjah Niung, serta lagu daerah seperti "Bubuy Bulan" dari Jawa Barat dan "Sik-Sik Batu Manikam" dari Sumatera Utara.
Sehari berikutnya, JCO dan BMW kembali tampil membawakan lagu-lagu Indonesia dan internasional, termasuk "Somewhere Over The Rainbow" yang dipopulerkan Judy Garland dan "Bahasa Kalbu" ciptaan Titi DJ, Andi Rianto, dan Dorie Kalmas.
Penampilan orkestra tersebut juga didukung para solois, yaitu James Napoleon Lai (piano), Giovani Biga (biola), Metta F. Ariono dan Marini Widyastari (flute), serta Nino Ario Wijaya (klarinet).
Baca juga: Dubes RI di Turki ajak diaspora untuk jaga solidaritas di hari Lebaran
Dalam dua hari pertunjukan, penampilan musisi Indonesia menarik sekitar 1.500 penonton. Berbagai elemen masyarakat Indonesia, terutama mahasiswa Indonesia di Turki, juga datang untuk memberikan dukungan.
Sejumlah tamu kehormatan, seperti dubes China, dubes Moldova, dubes Kamboja, dubes Filipina, perwakilan perusahaan, dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki, turut hadir dalam pertunjukan tersebut.
Festival yang diselenggarakan Sevda-Cenap and Music Foundation itu didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Turki. Sejak 1993, festival tahunan Ankara itu juga menjadi bagian dari rangkaian European Festival Association (EFA).
Baca juga: Rano: Perayaan hubungan diplomatik Indonesia-Turki wujud diplomasi




