Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam 24 jam terakhir mengakibatkan kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta korban jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Senin, melaporkan bahwa peristiwa cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (11/4) sore - Minggu (12/4) malam itu memicu bencana signifikan di sedikitnya lima kabupaten di Jatim dan Jateng.
"Di Grobogan, Semarang, Rembang, Purbalingga, dan Kabupaten Malang," kata dia.
Baca juga: BPBD Malang catat puluhan rumah rusak imbas cuaca ekstrem
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi sebanyak 28 orang atau 11 keluarga menjadi korban terdampak angin kencang di Desa Banaran, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Semarang.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, angin kencang juga melanda Kabupaten Grobogan. Desa Katong dan Sugihan, Kecamatan Toroh menjadi yang paling terdampak dalam peristiwa ini, dimana sebanyak 24 kepala keluarga terdampak dan kerusakan 24 rumah, dan satu unit rumah toko.
Kemudian, ada 14 keluarga terdampak, dengan kerusakan pada 10 rumah, tiga tempat usaha, dan satu kandang ternak di Desa Telgawah dan Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang,
Sementara itu, di Kabupaten Malang, 16 kepala keluarga di Tanjungtirto, Kecamatan Singosari menjadi korban, 10 diantaranya mengungsi karena rumahnya rusak akibat hempasan angin kencang yang disertai hujan deras.
Abdul menambahkan bahwa di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ada dua orang terluka, satu orang dinyatakan meninggal dan satunya menjalani perawatan, karena luka ringan akibat tanah longsor setelah daerah itu diguyur hujan deras Minggu (12/4).
Baca juga: Hujan deras sebabkan dua wilayah di Kabupaten Malang banjir
Baca juga: Dua hari cuaca ekstrem, puluhan pohon tumbang di Semarang
"Sedikitnya 11 jiwa korban terdampak. Satu orang meninggal dunia, satu orang luka ringan. Korban dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis," kata dia.
Abdul memastikan bahwa tim petugas gabungan dari masing-masing kabupaten terdampak masih berada di lokasi untuk mempercepat proses penanganan dampak bencana.
Tim yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, serta aparatur desa itu sampai saat ini masih terus melakukan pendataan dampak bencana hingga mendistribusikan bantuan logistik dan membersihkan material sisa bencana.
"Untuk pembersihan material longsor (Purbalingga) masih menunggu kondisi tanah stabil," ungkapnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Senin, melaporkan bahwa peristiwa cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (11/4) sore - Minggu (12/4) malam itu memicu bencana signifikan di sedikitnya lima kabupaten di Jatim dan Jateng.
"Di Grobogan, Semarang, Rembang, Purbalingga, dan Kabupaten Malang," kata dia.
Baca juga: BPBD Malang catat puluhan rumah rusak imbas cuaca ekstrem
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi sebanyak 28 orang atau 11 keluarga menjadi korban terdampak angin kencang di Desa Banaran, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Semarang.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, angin kencang juga melanda Kabupaten Grobogan. Desa Katong dan Sugihan, Kecamatan Toroh menjadi yang paling terdampak dalam peristiwa ini, dimana sebanyak 24 kepala keluarga terdampak dan kerusakan 24 rumah, dan satu unit rumah toko.
Kemudian, ada 14 keluarga terdampak, dengan kerusakan pada 10 rumah, tiga tempat usaha, dan satu kandang ternak di Desa Telgawah dan Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang,
Sementara itu, di Kabupaten Malang, 16 kepala keluarga di Tanjungtirto, Kecamatan Singosari menjadi korban, 10 diantaranya mengungsi karena rumahnya rusak akibat hempasan angin kencang yang disertai hujan deras.
Abdul menambahkan bahwa di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ada dua orang terluka, satu orang dinyatakan meninggal dan satunya menjalani perawatan, karena luka ringan akibat tanah longsor setelah daerah itu diguyur hujan deras Minggu (12/4).
Baca juga: Hujan deras sebabkan dua wilayah di Kabupaten Malang banjir
Baca juga: Dua hari cuaca ekstrem, puluhan pohon tumbang di Semarang
"Sedikitnya 11 jiwa korban terdampak. Satu orang meninggal dunia, satu orang luka ringan. Korban dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis," kata dia.
Abdul memastikan bahwa tim petugas gabungan dari masing-masing kabupaten terdampak masih berada di lokasi untuk mempercepat proses penanganan dampak bencana.
Tim yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, serta aparatur desa itu sampai saat ini masih terus melakukan pendataan dampak bencana hingga mendistribusikan bantuan logistik dan membersihkan material sisa bencana.
"Untuk pembersihan material longsor (Purbalingga) masih menunggu kondisi tanah stabil," ungkapnya.





