Dorong UMKM Ultramikro Berbasis Pasar, Budi Sulistyono Soroti Risiko Produksi Tanpa Serapan

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Anggota Komisi VI DPR RI Budi Sulistyono menekankan pentingnya orientasi pasar dalam penyaluran pembiayaan bagi pelaku UMKM ultramikro agar usaha yang dijalankan masyarakat dapat berkelanjutan dan produknya terserap pasar.

Ia menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja di Kota Bengkulu bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Pegadaian (Persero), dan Danantara.

Menurutnya, dukungan permodalan tidak cukup hanya mendorong produksi, tetapi harus disertai perhitungan pasar agar produk yang dihasilkan memiliki daya jual.

"Ya, jadi ini hubungannya dengan permodalan. UMKM ultramikro yang hubungannya dengan produksinya. Nah, yang pertama ya saya sarankan apabila memberikan pinjaman atau berupa gadai atau berupa apapun, itu orientasinya market. Tidak hanya mendorong masyarakat untuk memproduksi, tapi bagaimana kita yang melepas daripada dana itu juga melihat orientasi pasar," ungkapnya.

Risiko Produksi Tanpa Serapan Pasar

Budi menyoroti persoalan utama yang kerap dihadapi UMKM, yakni produk yang tidak terserap pasar meskipun pelaku usaha telah menerima pembiayaan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan masalah baru bagi pelaku usaha kecil karena produksi tidak diimbangi dengan penjualan.

"Sehingga produk pro yang dihasilkan oleh UMKM tersebut juga dimaui pasar. Laku, jangan sampai hanya sekedar bagaimana masyarakat menerima duit sibuk memproduksi, tapi tidak laku. Ini jadi masalah. Maka market harus mau," tegasnya.

Ia mengingatkan lembaga pembiayaan untuk memastikan dana yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar agar tidak menimbulkan beban tambahan bagi pelaku UMKM.

Dorong Kolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih

Selain itu, Budi mendorong kolaborasi antara lembaga pembiayaan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai peluang pengembangan UMKM di desa.

Ia menilai KDMP telah memiliki infrastruktur awal seperti gedung dan sarana operasional yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem usaha desa.

"Saya justru ingin baik itu Danantara, Pegadaian, PNM melihat peluang terhadap KDMP atau Kooperasi Desa Merah Putih. Karena ini adalah peluang. Kenapa saya bilang peluang? KDMP itu gedung sudah ada, mobil sudah ada, kemudian motor sudah ada, roda tiga sudah ada," ujarnya.

Budi juga menyoroti potensi sekitar 80 ribu gerai yang dapat dimanfaatkan sebagai jaringan untuk memperluas akses layanan keuangan dan membuka peluang usaha baru di desa.

"Tapi mau diapain ini? Nah disitulah mestinya ada 80 ribu gerai. Ya 80 ribu gerai ini yang mestinya ikut apa ya, mau diapain ini? Sejauh mana saya akan mampu bekerjasama dengan KDMP, dengan masyarakat, sehingga masyarakat yang notabene juga di desa ada UMKM, saya bisa bekerjasama. Saya bisa melakukan usaha Pegadaian disitu," jelasnya.

Ia menekankan bahwa kolaborasi berbasis peluang pasar menjadi kunci dalam mempertemukan kepentingan lembaga pembiayaan dengan kebutuhan masyarakat desa.

"Nah ini yang paling utama. Sehingga saya berharap PNM maupun Pegadaian maupun Danantara melakukan orientasi pasar, peluang. Kira-kira begitu. Berarti kolaborasinya mencari peluang, market. Itu yang paling utama. Nah marketnya dimana? Ada 80 ribu gerai yang punya peluang dikerjasamakan. Kenapa nggak dilakukan?" pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peristiwa 13 April: Pembantaian Amritsar hingga Kecelakaan Lion Air
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Polri Buru Rekan Andre 'The Doctor' yang Suplai Narkoba ke Whiterabit 
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Hasil Lengkap Para Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Satu Orang Menghilang, Jay Idzes dan Justin Hubner Ketiban Sial
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Tsubaki Hadirkan Perawatan Rambut Menyeluruh, Bebas Ketombe dan Tetap Lembut, Intip Yuk Beauty!
• 8 jam laluherstory.co.id
thumb
Mikel Arteta usai Arsenal Dipecundangi Bournemouth: Kami Jauh dari Level yang Seharusnya!
• 21 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.