Lilitan tali pusat sering membuat ibu hamil merasa khawatir. Namun, apakah kondisi ini selalu berbahaya bagi bayi?
Lilitan tali pusat adalah kondisi saat tali pusat melilit leher bayi, baik sejak dalam kandungan maupun saat proses persalinan. Tali pusat berperan penting dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke bayi, sehingga wajar jika kondisi ini menimbulkan kekhawatiran.
Faktanya, lilitan tali pusat cukup sering terjadi. Sekitar 1 dari 4 bayi lahir dengan satu lilitan di leher, dan sebagian kecil lainnya memiliki lebih dari satu lilitan.
Jenis dan Penyebab Lilitan Tali PusatLilitan tali pusat bisa berbeda-beda pada setiap bayi. Ada yang hanya satu lilitan (tunggal), ada juga yang lebih dari satu (ganda). Selain itu, lilitan bisa bersifat longgar atau ketat.
Dikutip Cleveland Clinic, lilitan yang longgar biasanya tidak berbahaya dan bahkan bisa terlepas dengan sendirinya karena gerakan bayi di dalam kandungan. Sementara itu, lilitan yang lebih ketat perlu mendapat perhatian karena berisiko mengganggu aliran darah.
Penyebab lilitan tali pusat umumnya terjadi secara alami dan tidak bisa dicegah. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya, seperti gerakan bayi yang sangat aktif, panjang tali pusat yang lebih dari rata-rata, serta jumlah air ketuban yang berlebih.
Apakah Lilitan Tali Pusat Berbahaya?Dalam banyak kasus, lilitan tali pusat tidak menimbulkan masalah serius, terutama jika kondisinya longgar. Biasanya, tenaga medis dapat dengan mudah melepaskan lilitan saat bayi lahir.
Namun, jika lilitan cukup ketat, bisa terjadi tekanan pada tali pusat yang menghambat aliran darah. Salah satu tanda yang mungkin terlihat adalah detak jantung bayi yang melambat saat dipantau.
Pada beberapa kasus, bayi bisa mengalami kondisi ringan setelah lahir, seperti kemerahan pada mata, perubahan warna kulit sementara, atau lecet di area leher. Meski begitu, kondisi ini umumnya tidak berlangsung lama.
Perlu diketahui, komplikasi serius akibat lilitan tali pusat sangat jarang terjadi. Oleh karena itu, ibu tidak perlu terlalu khawatir, selama kehamilan dipantau secara rutin oleh tenaga medis.





