JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar kebijakan publik Universitas Indonesia, Lina Miftahul Jannah mengatakan, langkah Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan program makan bergizi gratis (MBG) fokus pada anak kurang gizi sangat tepat.
Dia mengatakan, fokus program MBG yang diminta Prabowo adalah mengembalikan tujuan awal program MBG yang khusus dianggap tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk mengakses makanan.
"Misalnya jauh dari tempat dan segala macam, nah itu kemudian harus menjadi fokus, jadi kalau ditanya apakah tepat? Iya (tepat)," kata Lina kepada Kompas.com, Senin (13/4/2026).
"Saya katakan ini langkah yang sangat luar biasa kalau betul itu (akan difokuskan kepada anak kurang gizi) mau dipakai," ucapnya lagi.
Baca juga: MBG dan Jerat Ambisi Negara
Lina mengatakan, keinginan Presiden tersebut sejalan dengan beberapa data yang dia dapatkan di lapangan beberapa waktu terakhir.
Dia menyebut orangtua yang ingin agar program MBG tidak menyasar pada sekolah-sekolah yang bayarannya cukup tinggi.
Karena menurut Lina, program MBG di sekolah yang tanda kutip "elit" justru ditolak secara harus sehingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kebingungan dan akhirnya mengurangi porsi.
Baca juga: Survei Poltracking: MBG Sangat Populer, Rakyat yang Puas 55 Persen
"Nah, hal-hal itu kemudian harusnya menjadi perhatian Presiden. Karena dana bukan hanya sekadar (bisa) efisien saya pikir (tapi juga) harus tepat sasaran," katanya.
Prabowo Minta MBG Fokus untuk Anak Kurang GiziAdapun permintaan Prabowo agar MBG berfokus pada anak dari keluarga kurang mampu disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang melalui keterangan resminya, Kamis (9/4/2026)
“Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” kata Nanik.
Presiden juga menekankan penyaluran tidak dilakukan secara paksa. Siswa dari keluarga mampu tidak wajib menerima bantuan.
Baca juga: Yang Jarang Dilihat dari Program MBG: Mungkinkah Dihentikan?
“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” ujar Nanik.
BGN menyiapkan tim untuk memilah penerima. Langkah ini bertujuan memastikan distribusi lebih tepat dan efisien.
Nanik menilai pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci efektivitas program.
“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




