Pemanfaatan Papan Interaktif Digital Dorong Pembelajaran Lebih Inovatif

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Pati

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat transformasi digital di sektor pendidikan melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran di sekolah. Salah satu inovasi yang mulai dirasakan manfaatnya adalah penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital yang mampu mendorong pembelajaran lebih interaktif dan berpusat pada siswa.

Pelaksana tugas Kepala SMP Negeri 8 Pati, Rusmi, mengatakan kehadiran IFP membawa perubahan positif dalam proses belajar mengajar. Ia menyebut, penggunaan perangkat tersebut mendorong kolaborasi antar guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif.

“Guru didorong untuk belajar bersama dalam memanfaatkan IFP dan menggunakannya secara bergantian. Meski jumlahnya masih terbatas, dampaknya cukup signifikan terhadap keaktifan dan pemahaman siswa,” ujar Rusmi dalam keterangan tertulis, Senin, 13 April 2026.

Hal senada disampaikan Guru TIK SMP Negeri 8 Pati, Mukhibatul Baroroh. Ia menjelaskan bahwa fitur-fitur seperti multi-touch, touch screen, mirroring, hingga akses internet membuat proses pembelajaran menjadi lebih partisipatif.

“Pembelajaran bisa dikemas lebih menarik. Siswa menjadi lebih antusias dan lebih mudah memahami materi,” jelasnya.

Baroroh juga menilai, pemanfaatan IFP turut meningkatkan kompetensi digital guru. Melalui pelatihan dan komunitas belajar, para guru dapat saling berbagi pengalaman dan mengembangkan ide pembelajaran yang lebih variatif.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan perangkat dan konektivitas internet yang belum stabil. Selain itu, perawatan perangkat juga menjadi hal penting agar penggunaan IFP dapat berjalan optimal.

“Ke depan, kami berharap ada penguatan pelatihan digital, dukungan jaringan, penyediaan konten pembelajaran, serta penambahan unit IFP,” tambahnya.

Dari sisi siswa, penggunaan IFP juga memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik. Siswa kelas IX, Amira Oktaviana, mengaku materi pelajaran menjadi lebih mudah dipahami dibandingkan metode konvensional.

“Dengan IFP, pembelajaran lebih menarik dan membantu saat presentasi karena gambar bisa ditampilkan dengan jelas,”ungkap Amira.

Sementara itu, siswa lainnya, Keyla Patricia Agatha, menilai penggunaan teknologi membuat suasana kelas lebih hidup. 

“Belajar jadi tidak membosankan karena ada video dan animasi. Saya lebih cepat memahami materi,”kata Keyla.

Di Kabupaten Pati, program digitalisasi pendidikan telah menjangkau 1.108 satuan pendidikan melalui bantuan IFP dan perangkat pendukung lainnya. Program ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif.

Pelaksana tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan program tersebut sangat membantu dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi guru dan siswa.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas digitalisasi pendidikan secara nasional.

“Dalam lima tahun ke depan, setiap sekolah ditargetkan mendapatkan dua hingga tiga perangkat digital setiap tahun, sehingga seluruh ruang kelas dapat terfasilitasi teknologi pembelajaran,”ujar Mu’ti.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Jombang, Ada Luka di Leher-Pipi
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Percepat Investasi, Sistem OSS Akan Diperkuat Teknologi AI dan Blockchain 
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Detik-Detik Anwar Usman ‘Tumbang’ Usai Kirab Purnabakti di Gedung MK
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
KDM Permudah Bayar Pajak Kendaraan Bermotor, Korlantas Polri Siap Mendukung
• 21 menit lalurepublika.co.id
thumb
Cerita Prabowo 34 Tahun Mengabdikan Diri Kembangkan Pencak Silat
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.