JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, dari 11 juta peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), sebanyak 2,1 juta telah direaktivasi alias diaktifkan kembali.
"Dari 11 juta lebih yang kami nonaktifkan, per hari ini sudah ada 2,1 juta penerima manfaat yang melakukan reaktivasi," kata Saifullah, di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).
Ia mengatakan, tidak semua peserta yang dinonaktifkan kembali itu masuk segmen PBI, sebagian beralih ke peserta mandiri.
Kemudian, ada sekitar 300.000 peserta telah kembali masuk ke skema PBI Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Baca juga: BPS Catat 9.401 Peserta BPJS PBI JK Belum Ditemukan Keberadaannya
"Sebagian diambil alih oleh Pemda, sebagian lagi pindah ke segmen mandiri. Sementara yang kembali ke PBI-JK itu 300.000 lebih," ujar dia.
Dalam proses reaktivasi, Kemensos melibatkan jaringan operator data desa untuk mempercepat verifikasi dan perbaikan data penerima bantuan.
Saat ini, tercatat lebih dari 69.000 operator data desa telah terhubung dengan sistem Kemensos.
"Adanya operator data desa ini, kami bisa memperoleh informasi yang lebih akurat dan kalau ada yang melakukan reaktivasi kami bisa layani lebih cepat," tutur dia.
Untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) penderita penyakit kronis atau katastropik, dipastikan sudah bisa berobat kembali.
"Sekarang kan sudah otomatis mereka menjadi peserta aktif. Jadi, untuk yang katastropik semuanya sudah menjadi peserta aktif ya, sambil kita evaluasi nanti setiap bulannya," tutur dia.
Baca juga: BPJS PBI Nonaktif, Mensos Minta RS Tetap Layani Pasien: Soal Pembayaran Bisa Dibahas
Mensos berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah bekerja sama dengan baik dalam membantu reaktivasi 11 juta peserta BPJS PBI yang sempat dinonaktifkan.
"Saya berterima kasih kepada para penerima manfaat yang menyadari dan pindah ke segmen mandiri. Ini satu hal yang luar biasa, kami betul-betul apresiasi dan berikan rasa hormat," ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang