Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kab. Sumbawa
Realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga saat ini baru mencapai 33,2 persen. Capaian tersebut masih terkendala keterbatasan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum merata.
Data mencatat sebanyak 198.667 orang, yang terdiri dari peserta didik, ibu hamil, dan ibu menyusui, menjadi sasaran program MBG. Namun, sekitar 132.667 orang atau 66,8 persen di antaranya belum terlayani. Ketua Satgas MBG Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo, mengatakan pihaknya tengah berupaya menuntaskan cakupan program secara menyeluruh pada tahun depan.
“Masih banyak penerima manfaat yang belum terlayani karena keterbatasan SPPG. Saat ini kami terus mendorong percepatan pembangunan agar program bisa menjangkau seluruh sasaran,” ujar Budi Prasetiyo, Senin, 13 April 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan SPPG dapat dilakukan oleh mitra Badan Gizi Nasional (BGN), seperti yayasan, perusahaan, maupun investor. Selanjutnya, fasilitas tersebut akan disewa oleh BGN selama empat tahun, sementara pengelolaan dapur dapat melibatkan masyarakat setempat.
Saat ini, tercatat sebanyak 22 SPPG telah beroperasi dan melayani sekitar 66.000 penerima manfaat. Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan SPPG dapat tuntas pada 2027 sesuai arahan pemerintah pusat.
Budi Prasetiyo menegaskan, setiap SPPG yang beroperasi wajib memenuhi prosedur dan standar yang telah ditetapkan, terutama dalam hal kualitas dan keamanan pangan. Selain itu, pembangunan SPPG juga difokuskan pada daerah terpencil agar seluruh penerima manfaat dapat terjangkau. Setiap lokasi di wilayah terpencil ditargetkan mampu melayani sekitar 1.000 orang.
Dengan percepatan pembangunan dan pemenuhan standar operasional, pemerintah berharap cakupan program MBG di Kabupaten Sumbawa dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Editor: Redaktur TVRINews





