Solo: Pelatih Semen Padang Imran Nahumarury menyoroti rendahnya efektivitas penyelesaian akhir anak asuhnya usai dikalahkan Persis Solo 1-2 di Stadion Manahan, Minggu 12 April 2026 malam. Meski mendominasi jalannya pertandingan, tim berjuluk Kabau Sirah gagal membawa pulang poin.
Meski berhasil mendominasi selama pertandingan berlangsung, Semen Padang hanya berhasil mencetak satu gol dan itupun lahir dari kesalahan antisipasi pemain Persis, Sutanto Tan, yang mencetak gol bunuh diri di menit ke-68.
Mengutip laporan dari laman resmi Ileague, Imran mengungkapkan bahwa secara teknis timnya sudah menjalankan game dengan baik. Namun, penguasaan bola yang dominan tidak dibarengi dengan ketenangan di depan gawang lawan.
“Secara permainan, sudah sesuai dengan game plan yang disiapkan dalam latihan. Penguasaan bola dan peluang yang dikreasikan cukup banyak. Tapi sepak bola bukan hanya soal possession namun juga tentang efektivitas, dan itu yang menjadi kendala kami di laga ini,” ujar Imran Nahumarury dengan nada kecewa.
Imran menambahkan bahwa faktor cuaca berupa hujan deras di Stadion Manahan turut mempengaruhi aliran bola timnya. Selain itu eks pelatih Malut United tersebut juga memuji efisiensi Persis Solo yang mampu memanfaatkan peluang minim menjadi gol.
“Persis tidak banyak peluang namun bisa memaksimalkannya menjadi gol. Itu yang jadi pembeda. Ini menjadi evaluasi bagi kami, awalnya permainan kami cukup cair. Namun setelah hujan turun, mulai terkendala. Namun itu bukan alasan karena mestinya dalam kondisi apapun, kami harus tetap fokus,” ucapnya lagi.
Dengan hasil negatif tersebut, Semen Padang kini masih harus tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara BRI Super League dengan perolehan 20 poin. Mereka tertinggal tiga poin dari Madura United di posisi ke-16, dan hanya selisih dua angka dari PSBS Biak yang berada di dasar klasemen. (Muhammad Zaidan Rizky)
Meski berhasil mendominasi selama pertandingan berlangsung, Semen Padang hanya berhasil mencetak satu gol dan itupun lahir dari kesalahan antisipasi pemain Persis, Sutanto Tan, yang mencetak gol bunuh diri di menit ke-68.
Mengutip laporan dari laman resmi Ileague, Imran mengungkapkan bahwa secara teknis timnya sudah menjalankan game dengan baik. Namun, penguasaan bola yang dominan tidak dibarengi dengan ketenangan di depan gawang lawan.
“Secara permainan, sudah sesuai dengan game plan yang disiapkan dalam latihan. Penguasaan bola dan peluang yang dikreasikan cukup banyak. Tapi sepak bola bukan hanya soal possession namun juga tentang efektivitas, dan itu yang menjadi kendala kami di laga ini,” ujar Imran Nahumarury dengan nada kecewa.
Imran menambahkan bahwa faktor cuaca berupa hujan deras di Stadion Manahan turut mempengaruhi aliran bola timnya. Selain itu eks pelatih Malut United tersebut juga memuji efisiensi Persis Solo yang mampu memanfaatkan peluang minim menjadi gol.
“Persis tidak banyak peluang namun bisa memaksimalkannya menjadi gol. Itu yang jadi pembeda. Ini menjadi evaluasi bagi kami, awalnya permainan kami cukup cair. Namun setelah hujan turun, mulai terkendala. Namun itu bukan alasan karena mestinya dalam kondisi apapun, kami harus tetap fokus,” ucapnya lagi.
Dengan hasil negatif tersebut, Semen Padang kini masih harus tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara BRI Super League dengan perolehan 20 poin. Mereka tertinggal tiga poin dari Madura United di posisi ke-16, dan hanya selisih dua angka dari PSBS Biak yang berada di dasar klasemen. (Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RIZ)





