HARI-hari belakangan ini, Wakil Presiden RI yang ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK), terkesan sekali disudutkan. Ditohok tak kepalang.
Sejumlah orang yang mengatasnamakan organisasi Umat Kristiani, seakan mengaum, penuh pekik dan protes atas ucapan JK.
Mereka, melalui media sosial, memprotes ucapan JK di salah satu forum. JK dalam forum itu berkisah bahwa konflik sosial (horizontal) di Poso dan Ambon, antara kelompok Kristen dan Islam, diperparah oleh paradigma dan pemahaman agama yang keliru.
Kelompok Islam berprinsip bahwa membunuh orang Kristen masuk surga, sementara kelompok Kristen juga berprinsip bahwa membunuh orang Islam adalah jalan menuju surga.
Nah, di sinilah pangkal ikhwal mengapa JK diserang oleh sekelompok orang yang merasa JK mengadu domba dan memojokkan ajaran teologia Kristen.
Kelompok yang berpekik penuh protes tersebut, mengutip ucapan JK secara tidak utuh. Tidak dikaitkan dengan konteks peristiwa, tetapi ucapan tersebut dipenggal dan penggalan tersebut bisa saja ditafsirkan secara liar.
Apa sesungguhnya yang terjadi, terutama dengan pernyataan JK yang dipenggal itu? Alur kisah tentang pernyataan JK tersebut sebagai berikut.
Dalam menyelesaikan konflik horizontal di Poso dan Ambon pada 2001 dan 2002, saya sangat aktif membantu JK, termasuk menyusun draft perdamaian antara kedua kelompok yang bertikai.
Naskah perdamaian tersebut dinamai Deklarasi Malino, karena ditandatangani di kecamatan di Selawesi Selatan, Malino.
Selain menyusun draft, saya juga ditugasi menegosiasikannya dengan pihak-pihak yang bertikai.
Sebelum pihak-pihak tersebut didamaikan, JK mengumpulkan pelbagai informasi mengenai motif konflik kekerasan di kedua tempat itu.
Yang mengumpul informasi adalah kaum jurnalis, lokal dan nasional, televisi dan media cetak, akar rumput (LSM antikekerasan dan properdamaian), serta tokoh-tokoh masyarakat dari kedua belah pihak.
Setelah informasi dikumpulkan, ternyata, baik konflik Poso maupun Ambon, semuanya karena pemahaman agama yang tidak tepat. Kedua pihak yang berkonflik meyakini bahwa membunuh lawan adalah pintu ke surga.
Lalu, menjelang perjanjian damai Ambon, JK meminta saya melakukan jumpa pers. Ia meminta saya menyampaikan ke publik bahwa pihak-pihak yang bertikai, baik Islam maupun Kristen, tidak ada yang masuk surga.
Keduanya masuk neraka karena tidak ada agama yang membenarkan pembunuhan adalah jalan menuju surga.





