JAKARTA, KOMPAS.com- Anwar Usman resmi mengakhiri kiprahnya setelah 15 tahun menjabat sebagai hakim Mahkamah konstitusi (MK) lewat prosesi wisuda purnabakti di Gedung MK, Senin (13/4/2026) sore.
Anwar yang pernah menjadi ketua MK pada 2018-2023 ini mengaku lega sekaligus emosional meninggalkan lembaga yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya.
“Alhamdulillah, saya mengakhiri tugas, meninggalkan gedung ini dengan hati yang lega. Saya meneteskan air mata tadi bukan karena apa-apa, karena begitu banyak suka-duka yang saya alami,” ujar Anwar.
Ia menggambarkan perpisahan tersebut sebagai awal dari lembaran baru dalam hidupnya.
Baca juga: MK Resmi Lepas Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Baru
“Saya meninggalkan mahkamah, itu ibarat seorang bayi yang baru lahir ke dunia. Ibarat kertas putih yang tidak ada catatan apa pun,” lanjutnya.
Anwar juga menekankan beratnya tanggung jawab sebagai seorang hakim konstitusi.
Menurut dia, profesi hakim tidak lepas dari tekanan, kritik, hingga konsekuensi sosial yang harus diterima.
“Risiko untuk menegakkan kebenaran, hukum dan keadilan. Karena sampai kapan pun tidak akan ada seorang hakim yang mampu memberikan putusan yang memuaskan semua pihak,” kata Anwar.
Ia bahkan mengungkapkan pengalaman seorang hakim yang sempat mengaku tidak kuat menghadapi tekanan.
Baca juga: Momen Anwar Usman Pamit dari MK dan Ungkap Tekanan Berat Hakim: Tiap Putusan Tambah Musuh
“Sesungguhnya hakim ketika menjatuhkan sebuah putusan paling tidak menambah musuh satu. Tidak mungkin melahirkan putusan yang memuaskan semua pihak,” katanya.
Untuk menggambarkan beratnya profesi tersebut, Anwar menyinggung kisah ulama besar Abu Hanifah yang menolak menjadi hakim karena besarnya tanggung jawab.
Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa tantangan profesi hakim sudah ada sejak dahulu.
Selama bertugas di MK, Anwar mengaku telah menuangkan berbagai dinamika yang dihadapinya ke dalam dua buku berjudul Kota Pandora 1 dan Kota Pandora 2.
“Saya beberkan apa adanya tanpa tedeng aling-aling. Apa yang saya alami, apa yang saya hadapi dan apa yang saya lakukan,” ujarnya.