BUMN Tekstil Lebih Baik Difokuskan pada Sektor Hulu, Masalah Utama Industri

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha menyarankan kepada pemerintah agar BUMN tekstil, yang saat ini masih dalam tahap pembicaraan, difokuskan pada sektor hulu. Pada lini tersebut sejumlah masalah industri belum terselesaikan.

Direktur Eksekutif API Danang Girindrawardana berharap, pembentukan BUMN tekstil tidak diarahkan pada sektor hilir seperti garmen. Langkah tersebut dinilai berpotensi menciptakan persaingan tidak sehat dengan industri swasta yang telah eksis.

Sebaliknya, API mendorong agar BUMN tekstil difokuskan pada sektor hulu, khususnya penyediaan bahan baku. Menurutnya, persoalan utama industri tekstil nasional saat ini terletak pada ketergantungan tinggi terhadap impor bahan baku.

Dia menyebutkan, saat ini lebih dari 60% kebutuhan bahan baku tekstil nasional masih dipenuhi dari impor, meskipun sebagian jenis sudah dapat diproduksi di dalam negeri.

“Kalau orientasinya ke produksi garmen atau BUMN garmen, maka itu tidak akan menyelesaikan masalah utama di republik kita, karena masalah utama kita adalah supply chain bahan baku," tegasnya saat dihubungi Bisnis, Senin (13/4/2026).

Selain itu, kondisi industri tekstil juga tengah menghadapi tekanan akibat kenaikan harga bahan baku yang signifikan. Dalam beberapa waktu terakhir, harga bahan baku dilaporkan meningkat hingga sekitar 15%, seiring dinamika geopolitik global.

Baca Juga

  • Catatan Pengusaha soal Rencana Pemerintah Bikin BUMN Tekstil
  • Efek Perang Menekan Industri Tekstil, Guyuran Insentif Dinanti
  • Efek Konflik Timur Tengah, Industri Tekstil Alihkan Fokus ke Pasar Domestik

Situasi tersebut dinilai membuka peluang bagi pemerintah untuk mengisi celah pasar melalui intervensi strategis, termasuk melalui pembentukan BUMN yang berfokus pada penguatan industri hulu.

Ke depan, API membuka ruang untuk berdiskusi lebih lanjut dengan pemerintah terkait desain dan skema pembentukan BUMN tekstil. Menurutnya, kajian yang matang diperlukan agar kebijakan tersebut benar-benar efektif dalam memperkuat daya saing industri tekstil nasional.

Pada pekan lalu, Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Dony Oskaria menyatakan bahwa hingga saat ini pemerintah masih melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan. “BUMN tekstil masih kita pelajari. Kita melihat dulu mencermati market sizing-nya seperti apa,” ujarnya jelang rapat terbatas bersama Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). 

Menurut Dony, salah satu pertimbangan utama pemerintah membentuk badan ini adalah besarnya kontribusi industri tekstil terhadap penciptaan lapangan kerja. Dia menjelaskan, industri tersebut merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, keterlibatan BUMN diarahkan pada industri yang memberikan dampak ekonomi signifikan, terutama dalam hal pembukaan lapangan pekerjaan.

Dony juga menyebut sektor tekstil sejak lama menjadi salah satu kekuatan industri Indonesia sehingga tetap memiliki relevansi strategis untuk dikembangkan. “Kita tahu dari dulu tekstil ini salah satu kekuatan Indonesia,” sebutnya. 

Selain itu, Dony menyampaikan bahwa pemerintah membuka kemungkinan untuk masuk ke sektor tekstil apabila pelaku swasta dinilai belum cukup kuat menopang industri secara optimal. Namun, saat ini pemerintah masih mempelajari berbagai kemungkinan yang ada. 

Setiap keputusan katanya akan didasarkan pada perhitungan bisnis yang matang, bukan sekadar intervensi tanpa dasar ekonomi. “Semua tentu hitungannya profesional. Kita nggak mau sekadar masuk kemudian kita nggak kompetitif atau tidak memiliki kemampuan untuk bersaing, percuma,” tegasnya. 

Terkait kemungkinan pengambilalihan aset perusahaan tekstil swasta, termasuk yang sebelumnya beroperasi besar seperti Sritex, Dony menyebut hal tersebut masih menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Dia mengatakan bahwa sejumlah opsi tengah dipertimbangkan dan seluruhnya akan dihitung secara profesional untuk menentukan langkah yang paling tepat. 

Ketika ditanya apakah keputusan akan diambil tahun ini, Dony menyatakan bahwa pemerintah masih mempelajari berbagai opsi secara bertahap dan belum ada kepastian mengenai waktu pengambilan keputusan. Namun yang pasti jika BUMN tekstil ini hanya ada satu jika benar direalisasikan.

Saat dikonfirmasi ulang Bisnis tentang rencana pembentukan BUMN ini, Dony belum memberikan respons.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Komitmen Perkuat Soliditas dengan Buruh hingga Ciptakan Iklim Investasi Kondusif
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Digelar Juni di Istora Senayan, Intip Harga Tiket Indonesia Open 2026
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Salmafina Ungkap Rumah Tangganya Dulu dengan Taqy Malik Sudah Bermasalah Sejak Seminggu Menikah
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Cara On Mic di Roblox Supaya Bisa Ngobrol dengan Sesama Player
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Titiek Soeharto: Semoga Bawa Kebaikan
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.