Istanbul (ANTARA) - Kremlin menyatakan tidak akan mengucapkan selamat kepada perdana menteri terpilih Hungaria, Peter Magyar, yang unggul pada pemungutan suara parlemen pada Minggu (12/4).
“Kami tidak mengirimkan ucapan selamat kepada negara-negara yang tidak bersahabat. Dan Hungaria adalah negara yang tidak bersahabat, negara itu mendukung sanksi terhadap kami,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam pernyataannya kepada situs berita Life, Senin (13/4).
Peskov menambahkan bahwa Moskow telah berdialog dengan Perdana Menteri Viktor Orban yang akan segera lengser.
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita negara Tass, Peskov mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini tidak menjadwalkan pembicaraan dengan Magyar.
Namun, ia memperkirakan pembicaraan tersebut pada akhirnya akan terjadi.
Peskov menegaskan bahwa Rusia menghormati hasil pemilu Hungaria, yang memutuskan Magyar mengalahkan Orban.
Kemenangan Magyar mengakhiri masa kepemimpinan Orban yang telah berlangsung selama 16 tahun.
Peskov pun mengatakan Rusia masih tertarik untuk menjaga hubungan baik dengan Hungaria, seperti halnya dengan negara-negara Eropa lainnya, dan menyatakan kesediaan Moskow untuk berdialog dengan Budapest.
“Kami berharap dapat melanjutkan kontak kami dengan kepemimpinan Hungaria yang baru,” katanya.
Menurut data Kantor Pemilihan Umum Hungaria, Partai Tisza yang dipimpin oleh Magyar memenangi 69,35 persen suara dan 138 kursi, setelah penghitungan 98,94 persen suara.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Viktor Orban: Hasil pemilu menyakitkan bagi partai kami
Baca juga: Partai Tisza unggul pada Pemilu Hungaria
“Kami tidak mengirimkan ucapan selamat kepada negara-negara yang tidak bersahabat. Dan Hungaria adalah negara yang tidak bersahabat, negara itu mendukung sanksi terhadap kami,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam pernyataannya kepada situs berita Life, Senin (13/4).
Peskov menambahkan bahwa Moskow telah berdialog dengan Perdana Menteri Viktor Orban yang akan segera lengser.
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita negara Tass, Peskov mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini tidak menjadwalkan pembicaraan dengan Magyar.
Namun, ia memperkirakan pembicaraan tersebut pada akhirnya akan terjadi.
Peskov menegaskan bahwa Rusia menghormati hasil pemilu Hungaria, yang memutuskan Magyar mengalahkan Orban.
Kemenangan Magyar mengakhiri masa kepemimpinan Orban yang telah berlangsung selama 16 tahun.
Peskov pun mengatakan Rusia masih tertarik untuk menjaga hubungan baik dengan Hungaria, seperti halnya dengan negara-negara Eropa lainnya, dan menyatakan kesediaan Moskow untuk berdialog dengan Budapest.
“Kami berharap dapat melanjutkan kontak kami dengan kepemimpinan Hungaria yang baru,” katanya.
Menurut data Kantor Pemilihan Umum Hungaria, Partai Tisza yang dipimpin oleh Magyar memenangi 69,35 persen suara dan 138 kursi, setelah penghitungan 98,94 persen suara.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Viktor Orban: Hasil pemilu menyakitkan bagi partai kami
Baca juga: Partai Tisza unggul pada Pemilu Hungaria





