Vietnam Mau Bangun Pulau Buatan Raksasa di Phu Quoc

kumparan.com
21 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Provinsi An Giang, Vietnam, tengah menyiapkan proyek ambisius berupa reklamasi laut seluas sekitar 4.500 hektare, serta pembangunan pulau buatan di wilayah pesisir barat daya negara tersebut.

Dilansir VN Express, proyek ini akan mencakup empat klaster utama yang membentang dari Phu Quoc, pulau terbesar di Vietnam sekaligus destinasi wisata internasional, hingga kota pesisir Ha Tien dan Rach Gia di Teluk Thailand.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara pemerintah provinsi dan konsultan perencanaan pada awal April 2026. Pemerintah menargetkan konstruksi dapat dimulai pada 2027, dengan pengembangan jangka panjang hingga 2050.

Proyek Terbesar di Sekitar Phu Quoc

Klaster terbesar akan dikembangkan di sekitar Phu Quoc dan Kepulauan Tho Chau dengan luas mencapai 2.300 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai pusat hiburan terpadu berskala internasional, lengkap dengan zona perdagangan bebas, resor mewah, taman hiburan, lapangan golf, hingga fasilitas wisata bahari.

Pemerintah setempat menargetkan kawasan ini menjadi gerbang utama pariwisata internasional di Vietnam bagian selatan.

Sementara itu, klaster seluas 1.100 hektare di sekitar Rach Gia akan difokuskan sebagai pusat komersial dan administratif kawasan Delta Mekong. Wilayah ini dirancang sebagai kota modern berbasis konsep hijau dengan fungsi campuran, sekaligus menjadi penghubung antara daratan utama dan pulau-pulau di sekitarnya.

Rach Gia sendiri memiliki pengalaman dalam proyek serupa, setelah menjadi lokasi reklamasi laut pertama di Vietnam pada 1999.

Klaster lain seluas 900 hektare yang mencakup Ha Tien, Kien Luong, dan Pulau Tien Hai akan dikembangkan sebagai koridor warisan budaya. Kawasan ini akan mengangkat tradisi Vietnam dan Khmer melalui pengembangan ekowisata, pertunjukan seni, fasilitas kebugaran, hingga program ekonomi berbasis komunitas.

Adapun area seluas 200 hektare di Kepulauan Kien Hai direncanakan sebagai pusat transit maritim dalam koridor pariwisata pesisir barat.

Fokus pada Pariwisata dan Keberlanjutan

Ketua Komite Rakyat An Giang, Ho Van Mung, menegaskan bahwa proyek ini harus mengedepankan prinsip pembangunan hijau, termasuk penggunaan energi terbarukan serta pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Ia juga meminta agar proses pencarian investor strategis dilakukan sejak tahap perencanaan, tanpa menunggu dimulainya konstruksi.

Proyek ini menjadi bagian dari strategi An Giang untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi pasca-penggabungan wilayah pada 2025.

Phu Quoc saat ini telah ditetapkan sebagai zona pengembangan khusus untuk pariwisata dan layanan maritim, serta dijadwalkan menjadi tuan rumah forum internasional APEC 2027.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Traveler Indonesia Nyaman Menjelajah & Beribadah di Jepang Tanpa Hambatan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
RI Tidak Krisis, Kuartal I-2026 Ekonomi Diramal Tumbuh 5,5%
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pegadaian Championship: Hitung-Hitungan Peluang PSS, Barito Putera, dan Persipura dalam Perebutan Tiket Promosi
• 7 jam lalubola.com
thumb
Patuhi PP Tunas, TikTok Tutup 780 Ribu Akun Anak Berusia di Bawah 16 Tahun
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
SICO Tebar Dividen Minimalis Rp2 per Saham, Cair Bulan Depan!
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.