Rupiah Turun ke Rp17.130/USD Selasa Pagi

metrotvnews.com
22 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan meski pada saat yang sama dolar AS juga melemah.

Mengutip data Bloomberg, Selasa, 14 April 2026, rupiah berada di level Rp17.130 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 25 poin atau setara 0,15 persen dari Rp17.105 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.117 per USD. Rupiah terpantau melemah dibandingkan pembukaan kemarin yang sebesar Rp17.107 per USD.

Baca Juga :

Dolar AS Melempem, Investor Banyak Beralih ke Pasar Saham


(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Rupiah fluktuatif cenderung melemah
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah akan bergerak di rentang Rp17.100 - Rp 17.150 per USD.

Ibrahim menilai pelemahan rupiah dipengaruhi upaya blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat (AS). Blokade AS dilakukan menyusul kegagalan perundingan perdamaian antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu.

Komando Pusat AS mengatakan pasukan AS akan mulai menerapkan blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran mulai pukul 10 pagi ET pada Senin.

Blokade tersebut diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Sebaliknya, Garda Revolusi Iran mengatakan setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak dengan keras dan tegas.

Dari dalam negeri, Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai level 5,2 persen pada 2026, lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan pada tahun lalu 5,1 persen.

Namun, proyeksi ADB tersebut lebih rendah dari target pemerintah yang mencapai 5,4 persen. Meski prospek perekonomian Indonesia cenderung baik, ADB mewanti-wanti sejumlah risiko yang dapat mengganggu.

"Ketegangan geopolitik global yang belum mereda serta fluktuasi harga komoditas energi disebut masih menjadi ancaman bagi stabilitas ekonomi nasional," papar Ibrahim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Palembang Evaluasi Uji Coba CFD, Soroti Kemacetan dan Kekurangan Petugas
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Sinopsis Drama China The Heir, Ambisi Yang Zi dan Elvis Han Rebut Kejayaan Industri Tinta
• 18 menit lalugrid.id
thumb
Ogah Minta Maaf, Trump Kembali Serang Paus Leo XIV: Dia Salah!
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Profil Teuku Rasyya, Putra Tamara Bleszynski yang Resmi Menikah, Kini Bantah Undang Sang Ibu Sebagai Tamu di Pernikahannya!
• 18 menit lalugrid.id
thumb
Pramono: Preman Siapa Pun di Jakarta Harus Ditindak Tegas
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.