Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Lampung membukukan pertumbuhan laba bersih tahun berjalan sebesar 37,35% secara tahunan (year on year/YoY), dari raihan laba senilai Rp51,55 miliar pada kuartal I/2025 menjadi Rp70,8 miliar pada kuartal I/2026.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, raihan laba hingga bulan ketiga 2026 itu didorong oleh pendapatan bunga yang meningkat 5,08% YoY menjadi Rp257,46 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp245,02 miliar.
Pada saat yang sama, perseroan berhasil menekan beban bunga menjadi Rp75,16 miliar, atau menyusut 20,44% YoY dibandingkan kuartal I/2025 yang sebesar Rp94,47 miliar.
Dengan demikian, pendapatan bunga bersih perseroan tercatat meningkat sebesar 21,09% YoY menjadi Rp182,30 miliar hingga akhir Maret 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, Bank Lampung membukukan pendapatan bunga bersih senilai Rp150,55 miliar.
Raihan laba pada periode ini turut didorong oleh pendapatan komisi yang tumbuh signifikan 78,81% YoY dari kuartal I/2025 sebesar Rp26,16 miliar menjadi Rp46,77 miliar pada kuartal I/2026.
Adapun beban operasional non bunga perseroan tercatat menanjak. Pada kuartal I/2026, beban operasional selain bunga bersih mencapai Rp90,70 miliar, naik 9,93% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp82,51 miliar.
Baca Juga
- Laba Bank Lampung Rp205,31 Miliar sepanjang 2025, Melonjak 99,03%
- BJTM Resmi Genggam 5,42% Saham Bank Lampung usai Injeksi Modal Rp100 Miliar
- Indef: Suntikan Modal ke Bank Lampung dan Bank Sultra Bikin BJTM Makin Kokoh
Beban operasional non bunga yang meningkat di antaranya disebabkan oleh impairment yang naik sebesar 46,59% YoY menjadi Rp36,14 miliar dan beban tenaga kerja yang mencapai Rp75,15 miliar atau naik 17,70% YoY dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp63,85 miliar.
Dari sisi laba operasional, perseroan membukukan pertumbuhan sebesar 34,61% YoY menjadi Rp91,59 miliar hingga akhir Maret 2026, setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya tercatat sebesar Rp68,04 miliar.
Pada saat yang sama, perseroan berhasil menekan rugi non operasional ke posisi Rp815,00 juta pada kuartal I/2026, setelah pada kuartal I/2025 mencatatkan rugi Rp1,95 miliar.
Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit perseroan meningkat 5,10% YoY dari Rp7,25 triliun menjadi Rp7,62 triliun pada kuartal I/2026. Total aset Bank Lampung juga tumbuh 8,05% YoY menjadi Rp11,26 triliun hingga akhir Maret 2026.
Kemudian dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp8,80 triliun, tumbuh 9,63% YoY dari kuartal I/2025 yang sebesar Rp8,03 triliun.
Pertumbuhan DPK pada periode ini utamanya didorong oleh simpanan giro dan deposito. Secara detail, simpanan giro Bank Lampung tumbuh 15,89% YoY menjadi Rp2,68 triliun dan deposito tumbuh 12,51% YoY menjadi Rp4,27 triliun pada kuartal I/2026.
Bank Lampung turut mencatatkan sejumlah kinerja rasio perusahaan pada kuartal I/2026. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) tercatat sebesar 30,47%, meningkat dari 25,54% pada kuartal I/2025. NPL gross tercatat turun menjadi 2,78% dari kuartal I/2025 2,93% dan NPL net turun dari 1,45% menjadi 1,40%.
Selain itu, Net Interest Margin (NIM) meningkat dari kuartal I/2025 sebesar 6,42% menjadi 7,31% pada kuartal I/2026. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun dari 76,98% menjadi 71,57% hingga akhir Maret 2026.





