Terkuak! Ini Sosok Perantara Uang Korupsi Kuota Haji dari Eks Menag Yaqut ke Pansus DPR

viva.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sosok perantara aliran uang dugaan korupsi kuota haji dari pihak Yaqut Cholil Qoumas saat menjabat Menteri Agama kepada Panitia Khusus Hak Angket Haji DPR RI 2024 adalah berinisial ZA.

"Fakta yang kami temukan bahwa betul ada saksi atas nama ZA yang merupakan perantara untuk penyerahan uang ke anggota pansus," ujar Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip Selasa, 14 April 2026.

Baca Juga :
KPK Sita USD 1 Juta yang Disiapkan Kemenag buat Pansus Haji DPR
2 Direksi WNA Garuda Lapor Harta Kekayaan Didampingi KPK

Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas menggunakan rompi oranye
Photo :
  • Yeni Lestari/VIVA

Menurut Achmad, saksi ZA telah menerima uang dari pihak Yaqut, tetapi belum sempat membagikan uang tersebut kepada anggota Pansus Haji DPR RI.

"Fakta yang kami temukan, masih dipegang oleh saudara ZA," katanya.

Achmad menyampaikan pernyataan tersebut ketika menjelaskan adanya dugaan aliran uang sebesar 1 juta dolar Amerika Serikat dari pihak Yaqut kepada Pansus Haji DPR RI.

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK memulai penyidikan kasus dugaan korupsi terkait kuota haji untuk Indonesia tahun 2023–2024.

Pada 9 Januari 2026, KPK mengumumkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku staf khusus Yaqut sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Sementara itu, Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour tidak ditetapkan sebagai tersangka, meski sempat dicekal ke luar negeri.

Pada 27 Februari 2026, KPK menerima hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait kerugian keuangan negara dalam kasus kuota haji tersebut.

KPK kemudian mengumumkan pada 4 Maret 2026 bahwa kerugian keuangan negara mencapai Rp622 miliar.

Selanjutnya, pada 12 Maret 2026, KPK menahan Yaqut Cholil di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK. Pada 17 Maret 2026, KPK juga menahan Ishfah Abidal Aziz di Rutan Cabang Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK.

Pada tanggal yang sama, keluarga Yaqut Cholil mengajukan permohonan agar mantan Menteri Agama tersebut menjadi tahanan rumah.

Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menggunakan rompi oranye
Photo :
  • ANTARA/Rio Feisal

KPK mengabulkan permohonan tersebut, sehingga Yaqut menjalani tahanan rumah sejak 19 Maret 2026. Namun, pada 24 Maret 2026, KPK kembali menahan Yaqut di Rutan KPK setelah sebelumnya memproses pengalihan status penahanan.

KPK kemudian menetapkan dua tersangka baru pada 30 Maret 2026, yakni Direktur Operasional Maktour Ismail Adham dan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Aziz Taba. (Ant)

Baca Juga :
Kasus Korupsi DJKA Sumut, Independensi dan Netralitas Hakim Disorot
Tak Hanya Peras Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Juga Atur Pemenang Lelang Proyek
Pengakuan Kepala Dinas 'Dipalak' Bupati Tulungagung: Menolak Karir Terancam

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Sebut Pembicaraan Damai AS-Iran Bisa Dilanjutkan Dua Hari ke Depan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gudang Onderdil Motor Terbakar di Bogor, Diduga Karena Korsleting Listrik
• 13 jam laludetik.com
thumb
Terungkap, Hungaria Makin Dekat ke Rusia, Uni Eropa Terancam Terbelah
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bina Marga DKI ganti tiang optik yang roboh di Tamansari
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Kemendagri Dorong Tabalong Ciptakan Inovasi Berbasis Data dan Kolaborasi
• 9 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.