Oleh-oleh Menhan di Pentagon, RI-AS Sepakat Kerja Sama Strategis soal Pertahanan

bisnis.com
19 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Urusan Perang Amerika Serikat Pete Hegseth telah melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon pada Senin (13/4/2026).

Hegseth menjelaskan, pertemuan ini dilakukan untuk membahas kerja sama pertahanan utama antara kedua negara. Nantinya, kemitraan ini akan menjadi kerangka kerja sama pertahanan bilateral antara AS dan Indonesia guna menjaga perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.

“Kunjungan Anda menunjukkan pentingnya hubungan keamanan yang terus berkembang serta aktif dan bertumbuh antara Departemen Urusan Perang dan Indonesia,” kata Hegseth kepada Menhan Sjamsoeddin dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).

Dia mengemukakan, kedua negara telah melaksanakan lebih dari 170 latihan militer bersama setiap tahunnya. Oleh sebab itu, kemitraan ini telah mencerminkan hubungan kuat antara RI dan AS dalam hal kerja sama soal urusan pertahanan.

“Kemitraan ini mencerminkan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita. Memperkuat daya tangkal kawasan, serta memajukan komitmen bersama terhadap perdamaian melalui kekuatan,” tambah Hegseth.

Sementara itu, Sjafrie berpandangan bahwa kemitraan AS dengan Indonesia dilakukan atas dasar saling menghormati dan menguntungkan bagi kedua negara.

Baca Juga

  • Menhan Sjafrie Kunjungi Pentagon, Teken Kerja Sama Tingkatkan Pertahanan Negara
  • Bocoran Menhan Sjafrie Sjamsoeddin soal Prabowo Bertemu Tokoh Oposisi
  • Kemenhan Dalami Wacana Akses Udara

Artinya, kata Sjafrie, kemitraan ini harus terus dijaga secara berkelanjutan bagi generasi baru baik itu dari Tanah Air maupun AS.

“Kita bekerja atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan untuk meningkatkan nilai kepentingan nasional masing-masing," ujar Sjafrie.

Adapun kemitraan dengan AS-RI memiliki tiga “pilar utama” yang didasarkan pada kedaulatan nasional dan prinsip saling menghormati. Perinciannya, berkaitan dengan organisasi militer dan peningkatan kapasitas; pelatihan dan pendidikan militer profesional; serta pelatihan dan kerja sama operasional.

Dalam kerangka perjanjian yang ada, kedua negara akan menjajaki pengembangan bersama kemampuan asimetris yang canggih. Selanjutnya, menyiapkan teknologi pertahanan di bidang maritim, bawah laut, dan sistem otonom. Terakhir, kerja sama dalam dukungan pemeliharaan, perbaikan, dan sistem overhaul guna meningkatkan kesiapan operasional.

Dalam hal perjanjian ini, menegaskan bahwa AS dan Indonesia sepakat untuk meningkatkan pelatihan bersama pasukan khusus, yang diharapkan akan semakin mempererat hubungan antara militer kedua negara.

Adapun, baik Hegseth maupun Sjamsoeddin menggambarkan kerja sama pertahanan ini sebagai “garis awal” dalam istilah militer untuk memulai misi baru bagi kedua negara.

Sekadar informasi, Amerika Serikat dan Indonesia telah menjalin hubungan diplomatik formal selama lebih dari 75 tahun, dengan hubungan resmi yang dimulai pada 1949, tidak lama setelah perang kemerdekaan Indonesia dari Belanda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPB Ungkap Rentetan Banjir hingga Karhutla di Sejumlah Wilayah dalam 24 Jam
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Tren Longevity (Hidup Lebih Lama): Gaya Hidup Sehat atau Ambisi Berlebihan?
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Angkot di Sukabumi Gunakan Elpiji 3 Kg sebagai Bahan Bakar, Sehari 2 Tabung
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Halal Bihalal KNAI, Pablo Benua Sentil Moral Pengacara
• 14 jam lalucumicumi.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung Piala AFF U-17 2026 di Indosiar dan Vidio: Malaysia Vs Indonesia
• 16 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.