Diplomasi Energi RI-Rusia Perkuat Transisi Energi Bersih Nasional

disway.id
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Gejolak pasar energi global yang masih berlangsung mendorong pemerintah Indonesia untuk tidak hanya menjaga stabilitas pasokan energi, tetapi juga mempercepat arah transisi menuju energi bersih.

Langkah ini tercermin dalam upaya diplomasi energi yang dilakukan pemerintah melalui kerja sama strategis dengan Rusia, salah satu produsen energi utama dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, komitmennya dalam mengawal diplomasi energi sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang pengembangan energi berkelanjutan.

BACA JUGA:Dibuka Pendaftaran Nominasi Penerima Zayed Award for Human Fraternity 2027, Ajukan Segera!

Hal ini disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13 April 2026)

Menurut Bahlil, pertemuan tersebut tidak hanya berfokus pada jaminan pasokan energi konvensional, tetapi juga mulai mengarah pada penguatan investasi dan teknologi energi yang lebih ramah lingkungan.

"Kunjungan ini jadi momentum penting untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga dan memperkuat ketahanan energi nasional," ujarnya. 

Ia menambahkan, pemerintah akan terus mengawal implementasi berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas agar segera terealisasi, termasuk pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan energi, hingga transfer teknologi.

"Dalam jangka panjang, Indonesia turut membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih. Sebagai upaya yang diarahkan untuk mendukung diversifikasi energi," tambah Bahlil.

BACA JUGA:Perburuan Dimulai! Pramono Perintahkan Seluruh Wali Kota Basmi Ikan Sapu-sapu

Komitmen terhadap energi bersih ini menjadi krusial di tengah kebutuhan global untuk menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Indonesia sendiri tengah mendorong bauran energi baru dan terbarukan guna mencapai target net zero emission dalam beberapa dekade mendatang.

Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan, adanyakerja sama dengan Rusia tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari strategi menghadapi dinamika geopolitik global sekaligus menjaga keberlanjutan energi nasional.

"Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerjasama terutama di bidang ekonomi dan energi. Sekali lagi saya terima kasih, diterima dalam waktu yang begitu singkat," ujar Presiden Prabowo.

BACA JUGA:Seloroh Prabowo Saat Ucapkan Hari Kosmonaut untuk Putin: Banyak Anak Indonesia Diberi Nama Yuri Gagarin

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR dorong kolaborasi pusat-daerah kembangkan "urban tourism"
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Gelapkan Laptop dan Data Sensitif Perusahaan, Karyawan PT MCAB James Gunawan Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemendag Alihkan Sumber Bahan Baku Plastik ke AS dan Afrika Imbas Konflik Timur Tengah
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Michael Carrick Kecewa usai Wasit Usir Lisandro Martinez di Laga Lawan Leeds
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 Catat Partisipasi Tertinggi di Universitas Gunadarma
• 21 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.