Jakarta, VIVA – Seorang wanita muda harus menghadapi kondisi mengerikan setelah menyantap sushi. Bukan hanya mengalami infeksi serius, ia bahkan sempat lumpuh hingga harus berjuang antara hidup dan mati di ruang perawatan intensif.
Kejadian tersebut bermula saat ia makan sushi bersama teman-temannya. Apa yang awalnya terlihat seperti aktivitas biasa berubah menjadi mimpi buruk panjang yang penuh rasa sakit, ketakutan, dan perjuangan untuk bertahan hidup. Scroll untuk info lebih lanjut...
Wanita itu bernama Yuli Vargas. Ia mengalami infeksi salmonella dan demam tifoid setelah mengonsumsi makanan laut mentah. Kondisinya dengan cepat memburuk dan memicu berbagai komplikasi serius yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Ia mengungkapkan bahwa gejala awal hanya berupa gangguan pencernaan yang tampak seperti infeksi biasa. Namun dalam waktu singkat, kondisinya semakin parah hingga harus dirawat di rumah sakit selama 23 hari, dengan 16 hari di antaranya tidak diperbolehkan makan dan minum secara normal.
“Bulan ini menjadi perjalanan kesehatan yang tidak pernah saya bayangkan,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Need To Know, Selasa, 14 April 2026.
“Semuanya dimulai ketika saya makan sushi yang membuat saya terkena salmonella dan demam tifoid, yang memicu serangkaian komplikasi dan diagnosis,” kisahnya.
Selama masa perawatan, Yuli harus menjalani berbagai pemeriksaan dan prosedur medis. Hingga akhirnya, ia dihadapkan pada operasi berisiko tinggi yang bahkan membuatnya harus menerima kemungkinan terburuk.
“Saya menjalani banyak tes, prosedur, dan akhirnya operasi yang sangat berisiko di mana saya harus menghadapi kenyataan, peluang saya untuk keluar dari ruang operasi dalam keadaan hidup sangat kecil,” katanya.
Operasi yang dilakukan berkaitan dengan kantung empedu, dengan kondisi enzim pankreas yang sangat tinggi sehingga meningkatkan risiko komplikasi. Bahkan, tim medis sempat ragu untuk melakukan tindakan tersebut karena risikonya yang besar.
Selain itu, dalam waktu yang berdekatan ia juga menjalani endoskopi dan kolonoskopi. Rasa sakit yang ia alami selama dirawat disebutnya sangat luar biasa.
“Saya mengalami malam-malam dengan rasa sakit yang tidak berhenti, di mana tidak ada obat yang bekerja; bahkan sedasi berat pun tidak bisa menenangkan saya,” ungkapnya.





