CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sebelum laga PSM Makassar kontra PSIM Yogyakarta, Jumat (10/4) lalu, nama Dusan Lagator mungkin belum menjadi buah bibir utama di kalangan suporter.
Namun, sepak bola selalu punya cara untuk melahirkan pahlawan baru dalam sekejap.
Lewat sundulan tajam di menit ke-90+9, Lagator tidak hanya mencetak gol, ia meledakkan emosi ribuan penonton sekaligus memutus dahaga kemenangan Juku Eja yang sempat mampet dalam enam laga beruntun.
Menyabet gelar pemain terbaik di laga tersebut, Lagator justru memilih merendah. Ia lebih suka menyoroti nyala api semangat rekan-rekannya yang sempat tertinggal lebih dulu sebelum membalikkan keadaan menjadi 2-1.
"Pastinya pertandingan yang sulit. Kami sempat tertinggal, lalu menyamakan kedudukan dan akhirnya unggul. Kemenangan ini sangat krusial, tapi yang paling membuat saya senang adalah melihat bagaimana tim ini bertarung. Kami menyerang dari segala sisi dengan satu tujuan: menang," ungkap Lagator penuh antusias.
Meski euforia kemenangan dramatis tersebut masih terasa, Lagator adalah orang pertama yang meminta tim untuk segera "menginjak bumi".
Baginya, gol di menit-menit terakhir melawan PSIM sudah menjadi sejarah. Fokus utamanya kini telah bergeser ke Sabtu, 18 April 2026.
Laga pekan ke-28 melawan Borneo FC akan menjadi ujian konsistensi bagi lini pertahanan yang digalang Lagator, Yuran Fernandes, Aloisio Neto dan Victor Luiz.
Menghadapi tim papan atas berjuluk Pesut Etam di kandang sendiri bukan sekadar soal menjaga gawang, tapi soal menjaga momentum kebangkitan.
"Kami tidak boleh larut dalam kegembiraan. Pertandingan kandang berikutnya sudah menanti. Kita harus kembali bekerja keras untuk mengamankan poin penuh," tegasnya.
Bagi para suporter, kehadiran Lagator kini bukan sekadar tembok di lini belakang, melainkan simbol harapan baru.
Bigmatch PSM vs Borneo FC akan digelar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (18/4/2026) mendatang.




