Kimia Farma memandang kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Luar Negeri, sebagai langkah penting dalam membuka akses pasar internasional.
Direktur Komersial Kimia Farma Hanadi Setiarto mengatakan, sinergi antara Bio Farma Group dan Kementerian Luar Negeri menjadi langkah penting dalam memperluas akses pasar, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kesehatan global.
“Agenda ini merupakan momentum strategis untuk memperluas akses pasar global, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi kesehatan."
"Kami terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi agar kompetitif di tingkat internasional,” ujar Hanadi lewat keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (14/4/2026).
Sementara, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bio Farma Jeffri Susanto menegaskan, peran holding menjadi elemen penting dalam memperkuat integrasi dan daya saing Bio Farma Group.
“Sebagai satu ekosistem, Bio Farma Group memiliki kekuatan sinergi yang saling melengkapi, mulai dari pengembangan, produksi, hingga distribusi."
"Integrasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing industri farmasi nasional, memperkuat ketahanan kesehatan, dan mendukung langkah Indonesia untuk semakin aktif dalam pasar kesehatan global,” tutur Jeffri.
Baca Juga: Transformasi Kimia Farma Jadi Fondasi Pertumbuhan Baru 2025
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Bio Farma Group untuk terus memperkuat kolaborasi strategis lintas sektor dan lintas negara, meningkatkan daya saing produk, serta mengoptimalkan diplomasi kesehatan, sebagai salah satu enabler penting dalam pengembangan pasar ekspor farmasi nasional.
Melalui sinergi yang berkelanjutan antara Bio Farma Group dan pemerintah, diharapkan industri farmasi nasional dapat semakin berperan dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra kesehatan global yang terpercaya, sekaligus mendorong pertumbuhan industri kesehatan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan. (*)





