Roblox Siapkan Fitur Kontrol Orangtua dan Pendeteksi Wajah Anak

kompas.id
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Penyelerasan media sosial dengan aturan Pemerintah RI yang melindungi anak-anak di ruang digital, lewat pembatasan akses digital bagi anak usia di bawah 16 tahun, direspons sejumlah penyelenggara sistem elektronik. Guna memenuhi komitmen memastikan kemananan anak sekaligus memberdayakan mereka di ruang digital, Roblox selaku penyelenggara, salah satunya, melakukan penyesuaian platform yang ramah anak.

Vice President of Civility and Partnerships Roblox, Tami Baumik, di Jakarta, Selasa (14/4/2026), mengatakan, Roblox sebagai salah satu platform game yang dapat diakses anak berkomitmen menjamin keamanan (safety) anak. Upaya itu dilakukan dengan memastikan produk kontrol, termasuk melibatkan pengendalian orangtua pada anak-anaknya saat mengakses Roblox.

Baca JugaLindungi Anak dari  Konten Berbahaya, Semua Pihak Harus Mengawal Penerapan PP Tunas

Selain itu, lanjutnya, Roblox juga melakukan pemberdayaan (civility) dengan fokus pada edukasi dan berdayakan masyarakat. Hal itu terutama agar masyarakat dapat menggunakan fitur kontrol orangtua pada platform. Orangtua juga dapat memandu anak terkait literasi digital, hubungan sehat dengan teknologi dan penggunaan.

"Pada dasarnya anak dan orangtua ingin nyaman berada di ruang online. Kami di Roblox mendukung kemananan dan pemberdayaan orangtua, anak, dan remaja yang mengakses Roblox," kata Baumik.

Roblox merupakan salah satu platform yang disasar pemerintah untuk mematuhi aturan pembatasan akses digital bagi anak di bawah usia 16 tahun. Ketentuan itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 Tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Baumik memaparkan, kini Roblox Corporation (NYSE: RBLX) melengkapi platform dengan dua jenis akun berbasis usia, yakni untuk pengguna berusia dini dan muda. Keduanya dinamakan Roblox Kids dan Roblox Select. Di Indonesia, Roblox Kids ditetapkan untuk pengguna berusia 5-12 tahun, sementara Roblox Select untuk pengguna berusia 13-15 tahun.

Saat diluncurkan pada awal bulan Juni nanti, akun-akun itu akan menyelaraskan dengan akses konten, pengaturan komunikasi, serta kontrol orangtua terhadap usia pengguna. Saat ini, judul-judul gim yang tersedia untuk pengguna di bawah 16 tahun juga tengah dikurasi.

Di Indonesia, Roblox Kids ditetapkan untuk pengguna berusia 5-12 tahun, sementara Roblox Select untuk pengguna berusia 13-15 tahun.

Lebih lanjut Baumix mengatakan upaya ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan yang dimulai Roblox pada tahun ini, yakni menjadi platform gim daring pertama yang mewajibkan pengecekan usia berbasis verifikasi wajah agar bisa mengakses fitur obrolan (chat). Untuk itu, telah dilakukan tahapan pengecekan terhadap lebih dari 50 persen pengguna global yang aktif di Roblox.

"Roblox terus bekerja sama dengan erat bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia atau Komdigi untuk menciptakan ruang daring yang positif bagi komunitasnya di Indonesia untuk belajar, berkreasi, dan bersenang-senang. Pembaruan ini akan menggabungkan berbagai sarana kontrol termasuk pengecekan usia, pengaturan mendasar yang disesuaikan dengan tiap akun, rating konten, hingga kontrol orang tua yang diperluas menjadi satu beranda terpadu untuk pengguna berusia dini hingga lebih muda," jelas Baumik.

Baca JugaIndonesia Jadi Percontohan Roblox Amankan Pengguna Muda

Butuh persetujuan orangtua

Di Indonesia, lanjut Baumik, semua akun yang dimiliki pengguna berusia di bawah 16 tahun akan membutuhkan persetujuan orang tua yang terverifikasi (verified parental consent/VPC). Akun pengguna di bawah 16 tahun yang belum diverifikasi oleh orangtua atau wali tidak akan memiliki akses terhadap fitur chat maupun gim dengan rating noderate ke atas.

Berdasarkan kriteria seleksi yang ditetapkan Roblox, para pengguna yang berusia di bawah 16 tahun dan telah menjalani proses pengecekan akan tetap dapat mengakses gim favoritnya. Selain itu, pengguna yang berusia di atas 16 tahun dan telah menjalani proses pengecekan tidak akan menemukan perubahan pada akun dan layanan di Roblox.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pemerintah konsisten melakukan pengawasan harian terhadap penyelengagra sistem elektronik. Hal ini dilakukan terkait pembatasan akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap sejumlah platform sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 Tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Prabowo Bertemu Macron di Istana Elysee Paris
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Ada Izin BPOM, Pabrik Whip Pink di Jakpus Punya Jaringan Distribusi Luas
• 7 jam laludetik.com
thumb
5 Pilihan Airport Transfer Kuala Lumpur Terbaik yang Bisa Disesuaikan dengan Budget
• 6 jam lalumatamata.com
thumb
Sering Merasa Insecure? Ini 13 Langkah Ampuh Cintai Diri Sendiri Biar Hidup Makin Happy!
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Budi Prasetyo Bantah Cemarkan Nama Baik Faizal Assegaf
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.