Denpasar, tvOnenews.com — Peringatan Hari Kesehatan Dunia dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit diabetes, termasuk peluang pengendaliannya melalui perubahan gaya hidup. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kampanye Beat Diabetes 2026 yang digelar di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini berlangsung serentak di 35 kota dan menjadi bagian dari rangkaian edukasi kesehatan yang telah dimulai sejak awal tahun. Kegiatan kampanye dilakukan meliputi penyuluhan di komunitas, pemeriksaan gula darah, aktivitas olahraga bersama serta diskusi kesehatan bersama tenaga medis.Dengan engusung tema “Beat Diabetes, Kejar Remisi”, kampanye yang di inisiasi Tropicana Slim ini menekankan bahwa diabetes, khususnya tipe 2, masih memiliki peluang untuk dikendalikan hingga mencapai kondisi remisi. Remisi sendiri merujuk pada kondisi ketika kadar gula darah kembali normal dalam periode tertentu tanpa ketergantungan pada obat, selama pola hidup sehat tetap dijalankan secara konsisten.
Menurut sejumlah tenaga medis, pendekatan pengelolaan diabetes perlu dilakukan secara menyeluruh. Hal ini mencakup pola makan seimbang dengan asupan serat tinggi, kecukupan protein, serta dukungan mikronutrisi tertentu yang berperan dalam menjaga stabilitas gula darah. Selain itu, pengendalian berat badan juga menjadi faktor penting dalam upaya mencapai remisi.
Di sisi lain, pengalaman individu yang berhasil mengelola diabetes turut menjadi bagian dari edukasi publik. Salah satunya menyoroti pentingnya menjaga pola makan sejak pagi hari, termasuk memilih sarapan yang tepat untuk membantu menjaga kestabilan gula darah sepanjang hari.
Di Denpasar, kegiatan ini dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat pendampingan kepada masyarakat dalam pengendalian penyakit tidak menular.
Pihak penyelenggara berharap kampanye ini dapat mendorong masyarakat lebih aktif dalam menjaga kesehatan, khususnya melalui perubahan gaya hidup sederhana yang dilakukan secara konsisten. Upaya bersama dinilai menjadi kunci dalam menekan angka kasus diabetes sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (far)



