Intip Kinerja BTN (BBTN) per Februari 2026 jelang Rilis Laporan Keuangan Kuartal I/2026

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) telah merilis laporan keuangan bulanan pada Februari 2026. Lantas bagaimana kinerja raihan laba BBTN pada bulan kedua tahun ini?

Sebagai informasi, BBTN akan merilis kinerja keuangan kuartal I/2026 besok, Rabu (14/4/2026). Dalam laporan keuangan bulanan, bank dengan kode emiten BBTN itu membukukan laba bersih tahun berjalan (bank only) sebesar Rp503,23 miliar per Februari 2026.

Raihan laba tersebut tumbuh melesat 99,72% (year on year/YoY) dibandingkan realisasi Februari 2025 yang sebesar Rp251,96 miliar.

Perolehan laba pada periode ini didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 26,19% (YoY), menjadi Rp2,39 triliun hingga bulan kedua 2026. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pendapatan bunga bersih perseroan tercatat mencapai Rp1,90 triliun.

Pendapatan komisi perseroan turut mendorong perolehan laba bersih per Februari 2026. BTN mencatat, pendapatan komisi perseroan pada periode ini meningkat 12,42% (YoY) dari Februari 2025 sebesar Rp229,42 miliar menjadi Rp257,91 miliar per Februari 2026.

Beban operasional selain bunga bersih menanjak dibandingkan posisi Februari 2025. Hingga bulan kedua tahun ini, beban operasional non bunga melonjak 11,46% (YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,58 triliun menjadi Rp1,76 triliun.

Baca Juga

  • BTN (BBTN) Ekspansi Kantor Cabang, Incar Nasabah Premium di Jakarta dan Bandung
  • Resmikan Loan Factory, BTN Bidik Proses Kredit jadi Lebih Cepat

Salah satu komponen operasional non bunga yang menanjak yakni beban tenaga kerja. Pada periode ini, beban tenaga kerja BTN meningkat 12,91% (YoY) menjadi Rp656,52 miliar dibandingkan Februari 2025 Rp581,45 miliar.

Selain beban tenaga kerja, impairment turut meningkat sebesar 12,82% (YoY) dari Februari 2025 di posisi Rp603,28 miliar menjadi Rp680,62 miliar.

Laba operasional BTN mengalami pertumbuhan signifikan. Pada Februari 2026, perseroan membukukan laba operasional sebesar Rp635,92 miliar, tumbuh 99,08% (YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp319,43 miliar.

Pada saat yang sama, BTN mencatatkan rugi non operasional sebesar Rp10,01 miliar, setelah pada Februari 2025 membukukan rugi mencapai Rp2,82 miliar.

Dari sisi fungsi intermediasi, perseroan mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp341,15 triliun hingga Februari 2026. Realisasi itu tumbuh 8,62% (YoY) dari posisi Februari 2025 yang sebesar Rp314,08 triliun.

Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan menyusut. Per Februari 2026, total DPK BTN mencapai 375,27 triliun, turun 1,77% (YoY) dari posisi Februari 2025 yang sebesar Rp382,03 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Komoditas: Batu Bara dan CPO Turun Tipis, Nikel Naik 2,65 Persen
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Komdigi Sebut Roblox Belum Patuhi PP Tunas, Masih Ada Anak Komunikasi dengan Orang Asing
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Perang di Iran Ganggu Bahan Baku, Pengusaha Cemas Bulan Depan Tak Produksi
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
PBB Dorong Lebanon dan Israel Capai Kesepakatan Diplomatik dan Akhiri Konflik
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polisi Bongkar Jaringan Illegal Drilling di Jateng, 3 Tersangka Ditangkap
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.