JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah nelayan di muara Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara, menggelar parade kapal sebagai bentuk protes terhadap pembangunan di sekitar muara, Selasa (14/4/2026) sore.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi sejak pukul 16.00 WIB, puluhan kapal nelayan mulai melaju keluar dari muara menuju area proyek.
Warga sekitar tampak menyaksikan jalannya parade dari atas tanggul di sekitar muara.
Baca juga: Pendangkalan Muara di Cilincing, Nelayan Minta Pengerukan dan Rambu Jalur Aman
"Ayo-ayo jalan, demi masa depan Cilincing," teriak para nelayan dari atas kapal kepada warga di tanggul.
Proyek yang menjadi sasaran protes adalah pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) dan reklamasi Dermaga Pier 3 Marunda.
Puluhan kapal nelayan tersebut memutari platform pemasangan tiang pancang serta area urukan tanah dari proyek-proyek tersebut.
Di atas platform, terlihat sejumlah pekerja proyek mengenakan alat pelindung diri.
Baca juga: Pendangkalan Muara Cilincing Bikin Baling-Baling Kapal Nelayan Sering Patah
Setelah memutari area proyek, kapal-kapal nelayan berhenti di sekitar tiang pancang.
Para nelayan kemudian membentangkan banner bertuliskan "Masyarakat Pesisir Tak Akan Terusir".
Mereka juga menyanyikan lagu "Indonesia Raya" sebelum akhirnya kembali menuju dermaga di sekitar Cakung Drain.
Edi Kurniawan (35), salah satu nelayan yang mengikuti aksi, mengatakan bahwa parade kapal ini merupakan bentuk aspirasi untuk meminta kejelasan terkait proyek yang sedang berjalan.
"Kejelasan apa yang mau dibuat di sana dan kita cuma minta jalan, akses jalan yang emang nggak layak buat para nelayan sambil berjalan gitu," ujarnya kepada Kompas.com di lokasi, Selasa.
Baca juga: Pendangkalan Parah di Muara Cilincing, Nelayan: Dulu 5 Meter Sekarang Tak Sampai 1 Meter
Edi menjelaskan, nelayan sebelumnya telah menerima sosialisasi terkait proyek tiang pancang NPEA dari Pelindo.
Namun, mereka mengaku belum pernah mendapatkan penjelasan mengenai reklamasi Dermaga Pier 3 Marunda dari PT Karya Citra Nusantara (KCN).
"Sebenarnya kita sudah dapat sosialisasi itu dari pihak Pelindo. Tapi Pelindo pun sudah sampaikan ke kita, kita tahu programnya seperti apa. Tapi yang kita nggak tahu itu dari pihak KCN. KCN nggak ada sosialisasi ke kita, terus tahu-tahu sudah jadi," ungkapnya.