Ira Mutiara (33), pemilik rumah produksi Mutiara Songket, memperlihatkan kain songket khas Aceh di Aceh Besar, Aceh, Selasa (14/4/2026). Kain tradisional tersebut ditenun secara manual dengan mempertahankan teknik serta motif khas daerah yang sarat nilai budaya.
Rumah produksi Mutiara Songket mampu menghasilkan sekitar 10 helai kain setiap bulan dengan berbagai motif, seperti Pintu Aceh, Bunga Lawang, dan Bunga Jeumpa. Produk-produk tersebut dipasarkan ke sejumlah daerah, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, hingga Jakarta, dengan harga jual berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp3 juta per helai.
Selain memenuhi pasar domestik, kain songket produksi mereka juga telah menembus panggung internasional dan turut dipamerkan dalam ajang fesyen di France. Hal ini menunjukkan potensi besar kerajinan tradisional Indonesia untuk bersaing di pasar global sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara ke dunia.
Di sisi lain, para pekerja terlihat menenun kain menggunakan alat tradisional di rumah produksi tersebut. Proses pembuatan yang membutuhkan ketelitian tinggi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas sekaligus keaslian songket Aceh di tengah arus modernisasi industri tekstil.





