FAJAR, TEHERAN—Delegasi Iran menghadapi ancaman keamanan mendesak pada hari Senin saat dalam perjalanan ke Islamabad, Pakistan, untuk pembicaraan negosiasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat menurut laporan media, Al-Mayadeen.
Profesor Mohammad Marandi, yang mendampingi delegasi tersebut, mengatakan kepada media Lebanon itu bahwa mereka telah diperingatkan tentang potensi serangan terhadap pesawat mereka, yang mendorong peningkatan kewaspadaan selama dan setelah kunjungan tersebut.
Dalam perjalanan kembali ke Teheran setelah pembicaraan berakhir, kelompok tersebut mengambil rute alternatif “setelah memastikan bahwa delegasi tersebut sedang diserang,” kata Marandi.
“Kami tidak mempercayai Amerika Serikat,” kata Marandi kepada Al-Mayadeen pada hari Selasa.
“Dan kami juga sangat sibuk mempersiapkan diri untuk babak perang berikutnya,” lanjutnya.
Dia menegaskan, Iran “selalu tahu bahwa Amerika Serikat itu licik.”
Marandi menambahkan bahwa rezim tersebut sedang meningkatkan kemampuan militernya. “Sementara kita berada di meja perundingan,” lapor media Lebanon tersebut.
Tim negosiasi dari AS dan Iran dapat kembali ke Islamabad minggu ini, kata empat sumber pada hari Selasa, beberapa hari setelah pembicaraan tingkat tertinggi antara kedua negara sejak Revolusi Islam 1979 berakhir di ibu kota Pakistan yang berakhir tanpa terobosan. (amr)





