FAJAR, MADRID—Barcelona mengeluhkan kondisi lapangan di stadion Atlético Madrid. Namun, keluhannya tak digubris UEFA.
Media Spanyol melaporkan bahwa UEFA meninjau kekhawatiran Barça dan mengukur kondisi lapangan Metropolitano. Permukaan lapangan dikatakan memenuhi peraturan badan pengatur tersebut.
Akibatnya, Atlético tidak perlu memotong rumput lagi tepat sebelum leg kedua perempat final Liga Champions dini hari nanti.
Manajer Barça, Hansi Flick, memperhatikan panjang rumput di Metropolitano selama sesi latihan terakhir dan tidak terkesan.
Pelatih asal Jerman itu dilaporkan telah mengeluhkan masalah tersebut kepada delegasi UEFA di dekatnya.
Meskipun Barcelona tidak mengajukan protes resmi kepada UEFA, mereka menyuarakan kekhawatiran mereka tentang kondisi lapangan selama pertemuan wajib dengan perwakilan kedua klub.
Menurut laporan, UEFA merujuk pada notulen rapat dan meyakinkan pihak Catalan bahwa rumput akan dipotong jika perlu.
Dengan tinggi 2,6 sentimeter, rumput memenuhi ambang batas maksimum UEFA yaitu 3 sentimeter, sehingga Atlético tidak perlu melakukan penyesuaian menit terakhir menjelang kick-off.
Bagi Barça, kondisi lapangan sangat penting, karena Blaugrana berencana untuk memanfaatkan keunggulan teknis mereka atas Atlético.
Rumput yang lebih pendek—permukaan Camp Nou biasanya hanya berukuran 2,3 cm—membantu Lamine Yamal dan kawan-kawan menjaga pergerakan bola.
Awal tahun ini, Koke dan Antoine Griezmann dari Atlético telah mengeluhkan kondisi lapangan yang sama, tetapi klub mengatakan masalah cuaca dingin tersebut kini telah diperbaiki.
Barcelona sedang merencanakan kebangkitan dramatis setelah kekalahan 0-2 di leg pertama melawan Atlético pekan lalu.
“Kami memiliki banyak pemain yang mampu membalikkan keadaan, itulah sebabnya saya sangat percaya diri dengan tim kami,” kata bintang penyerang Lamine Yamal pada hari Senin dikutip Goal.
Pelatih Flick menambahkan: “Kami tidak membutuhkan keajaiban, hanya penampilan yang bagus. Kami memiliki pemain yang dapat membalikkan keadaan ini. Tentu saja kami harus berjuang, tetapi kami perlu fokus pada apa yang membuat kami istimewa.” (amr)





