Nadiem Minta Maaf Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

okezone.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA– Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim memberikan pernyataan emosional dalam di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 13 April 2026. Nadiem melakukan introspeksi dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik dan tokoh-tokoh politik.

“Terima kasih teman-teman media. Saya hari ini mau bercerita sedikit. Saya sudah 7 bulan di penjara dan walaupun Alhamdulillah saya bersyukur bahwa semua tuduhan tidak terbukti,”ujar Nadiem dikutip, Selasa (14/4/2026).

Nadiem juga menyoroti gaya kepemimpinannya yang mungkin dianggap terlalu mendobrak tanpa mempedulikan etika birokrasi yang ada.

Baca Juga :
Nadiem Bantah Chromebook Tak Berguna: Justru Cegah Kecurangan Asesmen Nasional

"Saya ingin mengakui ini, bahwa saya masuk mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi. Saya bawa banyak sekali orang dari luar masuk ke dalam, para profesional muda yang mungkin menciptakan gesekan-gesekan," ujarnya.

Nadiem juga mengakui bahwa sifatnya yang terlalu fokus pada profesionalisme kerja membuatnya luput dalam menjalankan fungsi politik dan sosial.

"Saya mungkin kurang santun dalam cara penyampaian saya. Saya kurang menghormati dan kurang sowan kepada tokoh-tokoh, baik masyarakat maupun politik. Saya salah tidak memahami bahwa sebagian dari tugas saya adalah fungsi politik," ungkapnya.

Baca Juga :
Saksi Mahkota di Sidang Kasus Chromebook, Nadiem Jalani pemeriksaan 11 Jam

Dia menyadari bahwa selama masa jabatannya, ada ucapan atau perilaku yang mungkin menyinggung berbagai pihak. Dengan nada rendah hati, ia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya.

"Untuk itu saya ingin sekali mohon maaf. Saya ingin mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada ucapan-ucapan atau perilaku saya pada saat menjadi Menteri yang tidak berkenan," tuturnya.

 

Baca Juga :
Angkat Jurist Tan Jadi Stafsus, Nadiem Akui Tak Jelaskan Tugas dan Fungsinya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel dan Lebanon Dijadwalkan Berunding di Washington, Menlu AS Marco Rubio Turut Hadir
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Hari Kedua Blokade AS, Sejumlah Kapal Tanker Tertahan di Selat Hormuz
• 48 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Anggota DPR Soroti Wacana “War Ticket” Haji Berpotensi Picu Ketidakadilan Jamaah
• 17 jam lalupantau.com
thumb
BDT 2026 digelar untuk tingkatkan kemampuan memanfaatkan AI
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
[FULL] Memanas! Pakar Geopolitik Ungkap Risiko Besar Blokade Selat Hormuz oleh AS | KOMPAS MALAM
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.