Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Dukungan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tren yang cukup kuat. Hasil survei Cyrus Network yang dilakukan pada 1–5 April 2026 mencatat mayoritas masyarakat Indonesia memberikan respons positif terhadap program tersebut.
Peneliti Ahli Cyrus Network, Syahril Ilhami, mengungkapkan bahwa tingkat dukungan publik mencapai 65,4 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mendukung.
“Hasil survei menunjukkan 65,4 persen publik mendukung program MBG. Sementara itu, yang tidak mendukung sebesar 32,7 persen. Artinya, jumlah masyarakat yang mendukung jauh lebih besar,” ujar Syahril dalam konferensi pers daring, Selasa, 14 April 2026.
Temuan ini menegaskan bahwa program MBG tidak hanya dikenal luas, tetapi juga mendapat dukungan mayoritas masyarakat. Program ini pun menjadi salah satu kebijakan yang paling diperhatikan publik saat ini.
Lebih lanjut, survei tersebut juga menggambarkan dinamika persepsi masyarakat sejak program MBG diluncurkan pada awal 2025. Sebagian masyarakat tetap konsisten dalam sikapnya, sementara sebagian lainnya mengalami perubahan.
“Sebanyak 68,4 persen responden mengalami perubahan sikap, dengan rincian 17,2 persen meningkat menjadi mendukung dan 30,9 persen menurun. Sementara itu, 51,2 persen responden menyatakan sikapnya tetap,” jelasnya.
Dari sisi alasan, mayoritas responden menilai program MBG memberikan manfaat langsung, terutama dalam pemenuhan gizi dan pengurangan beban ekonomi keluarga.
“Alasan utama dukungan adalah membantu pemenuhan gizi masyarakat sebesar 31,5 persen, mengurangi beban ekonomi keluarga 28,4 persen, serta mendukung kesehatan anak sekolah, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil sebesar 23 persen,” ungkapnya.
Selain manfaat jangka pendek, sebagian responden juga menilai program ini memiliki dampak jangka panjang terhadap generasi muda dan ekonomi lokal. “Sebanyak 4,3 persen responden menilai MBG berdampak jangka panjang bagi generasi muda, dan 4,1 persen menyebut program ini mendukung petani atau UMKM lokal,” lanjutnya.
Dari empat aspek yang diuji dalam survei yakni ekonomi, kesehatan, pelaksanaan, dan dampak terhadap kecerdasan, mayoritas responden menunjukkan optimisme terhadap keberhasilan program MBG.
“Sebanyak 70,6 persen publik yakin program MBG dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kemudian, 64,4 persen yakin program ini meningkatkan kesehatan, 61,2 persen yakin pelaksanaannya akan sesuai harapan dan menjangkau seluruh anak Indonesia, serta 60,8 persen yakin program ini dapat meningkatkan kecerdasan generasi penerus,” pungkasnya.
Meski demikian, survei juga menghasilkan sejumlah catatan dari kelompok yang belum mendukung program MBG, terutama terkait aspek pelaksanaan dan kualitas.
“Alasan utama ketidakdukungan adalah pelaksanaan yang dinilai belum baik sebesar 30,1 persen, kualitas makanan diragukan 22,3 persen, anggaran terlalu besar 16,7 persen, distribusi tidak merata 17,7 persen, serta dianggap bukan prioritas dibanding program lain 9,2 persen. Selain itu, ada juga yang meragukan aspek keamanan pangan sebesar 2,2 persen dan kurangnya dampak transformasional 1,2 persen,” terangnya.
Editor: Redaktur TVRINews





