Seorang kru sound horeg bernama Galang (20 tahun) tewas tersengat listrik saat mengikuti karnaval di Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati. Ia sempat dilarikan ke RSU Kayen, namun nyawanya tidak tertolong.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (11/4) malam. Kapolsek Gabus, AKP Daffid Paradhi, mengatakan truk yang membawa sound horeg tersebut tersangkut kabel listrik yang melintang di jalan. Korban tersengat listrik saat akan melepaskan kabel tersebut.
"Kejadiannya, korban berupaya melepaskan kabel yang tersangkut. Namun diduga tidak mengetahui kondisi kabel tersebut terkelupas dan masih dialiri listrik," terang Daffid dalam keterangannya, Selasa (14/4).
Daffid mengungkapkan, saat kejadian, korban sebenarnya telah menggunakan sarung tangan berbahan karet. Namun, kondisi cuaca yang sedang hujan deras membuat sarung tangan tersebut basah sehingga tidak mampu melindungi diri dari aliran listrik.
"Kondisi sarung tangan basah akibat hujan deras, alat pelindung tersebut tidak efektif menahan aliran listrik yang mengenai korban," ungkapnya.
Melihat Galang tersengat listrik, dua rekannya mencoba memberikan pertolongan. Korban dilarikan ke RSU Kayen.
"Korban sempat dibawa ke RSU Kayen oleh rekan-rekannya untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, berdasarkan keterangan petugas medis korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di rumah sakit," jelasnya.
Daffid menyampaikan, dari hasil penyelidikan awal, tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, kejadian ini murni kecelakaan kerja. Dugaan sementara korban mengalami henti jantung akibat tersengat aliran listrik," ujarnya.
Jenazah korban telah dibawa pihak keluarga ke Kabupaten Kediri untuk dimakamkan.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan penyelenggara kegiatan agar lebih memperhatikan faktor keselamatan, terutama terkait instalasi listrik," kata Daffid.





