Perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, karena perang di Timur Tengah berakhir buntu. Salah satu kebuntuan karena syarat penghentian program pengayaan uranium menjadi salah satu poin yang memicu perselisihan antara Iran dan AS.
Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin delegasi Washington saat berunding dengan delegasi Teheran di Pakistan, mengatakan bahwa ada kemajuan dalam diskusi yang berlangsung. Dia menggambarkannya sebagai "sejumlah percakapan yang baik" dengan para pejabat Iran.
Vance, dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (13/4), menyebut bahwa "bola sekarang berada di tangan Iran".
Vance menambahkan bahwa pertanyaan kuncinya adalah apakah Teheran akan menunjukkan fleksibilitas yang cukup untuk memajukan proses diskus tersebut. Vance mengatakan bahwa Iran menunjukkan beberapa kemauan untuk menyesuaikan posisi, tetapi "tidak bergerak cukup jauh".
Mengenai prospek pembicaraan terbaru, Vance meminta pertanyaan itu "sebaiknya diajukan kepada Iran".
(rfs/aik)





