Antisipasi Krisis Sampah, DPRD Badung Dorong Pembangunan TPA Modern

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Indra Wijaya

TVRINews, Badung 

DPRD Kabupaten Badung mendorong Pemerintah Kabupaten Badung untuk segera mengambil langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks. Salah satu upaya yang diusulkan adalah pembelian lahan dan pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) modern guna memperkuat sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Dorongan ini muncul di tengah meningkatnya keluhan masyarakat terkait penumpukan sampah di sejumlah titik, yang dinilai berpotensi merusak citra pariwisata Bali, khususnya Kabupaten Badung sebagai salah satu destinasi unggulan di Pulau Dewata.

Permasalahan sampah menjadi sorotan serius DPRD Badung, terutama sejak diberlakukannya kebijakan pelarangan masuknya sampah organik ke TPA Suwung per 1 April 2026. Kebijakan ini berdampak pada perubahan sistem pengelolaan sampah di daerah, termasuk Badung yang selama ini masih bergantung pada TPA regional tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Badung, I Wayan Luwir Wiyana, menyatakan bahwa Pemkab Badung memiliki kemampuan fiskal untuk merealisasikan pembangunan TPA modern berbasis teknologi.

“Dengan kemampuan anggaran yang dimiliki, kami mendorong Pemkab Badung segera membeli lahan dan membangun TPA modern agar persoalan sampah bisa ditangani secara tuntas,” kata I Wayan Luwir, Selasa, 14 April 2026.

Menurutnya, keberadaan TPA modern tidak hanya penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi faktor krusial dalam mempertahankan kepercayaan wisatawan.

“Badung adalah barometer pariwisata Bali. Kalau persoalan sampah tidak tertangani dengan baik, ini bisa berdampak langsung pada citra daerah,” ucapnya.

Selain pembangunan TPA, DPRD juga menekankan pentingnya optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) di tingkat desa dan kelurahan. Pendekatan berbasis sumber dinilai mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sebelum masuk ke TPA.

DPRD juga mendorong penerapan kewajiban pemilahan sampah dari rumah tangga. Edukasi dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah dari hulu.

Sebagai latar belakang, persoalan sampah di Bali dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius seiring meningkatnya volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan pariwisata. Keterbatasan kapasitas TPA Suwung turut memperparah kondisi, sehingga pemerintah mendorong transformasi pengelolaan sampah berbasis sumber.

Berbagai kebijakan telah diterapkan, seperti pembatasan plastik sekali pakai dan penguatan pengelolaan sampah berbasis desa. Namun implementasinya masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga rendahnya kesadaran masyarakat.

Dengan kondisi tersebut, pembangunan TPA modern dinilai menjadi kebutuhan mendesak. DPRD Badung berharap langkah ini dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan daya saing pariwisata Bali.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Sita Duit USD1 Juta yang Diduga Disiapkan Yaqut untuk Kondisikan Pansus Haji
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Alasan Menhaj Tutup Rapat Wacana War Ticket Haji
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Trump Ngamuk Mau Jatuhkan Tarif 50% ke China, Ada Apa Lagi?
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kajati Jatim Dimutasi ke Kejagung, Baru Menjabat Lima Bulan
• 14 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.