JAKARTA, KOMPAS.TV - Penyakit pes atau plague adalah infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Plague yang dikenal sebagai Yersinia pestis. Bakteri ini bersifat zoonosis, artinya umumnya ditemukan pada hewan kecil seperti tikus serta kutu yang hidup di tubuhnya.
Mengutip WHO, meski identik dengan sejarah kelam di beberapa negara, penyakit ini ternyata masih ada hingga saat ini di beberapa wilayah dunia.
1. Cara Penularan Pes yang Perlu Diwaspadai
Infeksi pes dapat menyebar melalui beberapa jalur utama:
- Gigitan kutu yang terinfeksi bakteri
- Kontak langsung dengan cairan tubuh atau jaringan hewan terinfeksi
- Menghirup droplet dari penderita pes paru (pneumonic plague)
Baca Juga: BRIN Waspadai Kembalinya Wabah Pes di Indonesia, Ini Penjelasannya
Penularan ini membuat pes menjadi penyakit yang tidak hanya menular antar hewan, tetapi juga bisa berpindah ke manusia, bahkan antar manusia pada kondisi tertentu.
2. Masa Inkubasi dan Gejala Awal
Setelah seseorang terinfeksi, gejala biasanya muncul dalam waktu 1–7 hari. Kondisi awal yang umum terjadi meliputi:
- Demam mendadak
- Menggigil
- Sakit kepala
- Nyeri tubuh
- Kelemahan
- Mual dan muntah
- Gejala ini sering muncul secara tiba-tiba dan bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
3. Dua Bentuk Utama Penyakit Pes
1. Pes Bubonik (paling umum)
Pes bubonik terjadi akibat gigitan kutu terinfeksi. Bakteri masuk melalui kulit, lalu menyebar ke kelenjar getah bening.
Kondisi ini menyebabkan:
- Pembengkakan kelenjar getah bening (bubo)
- Rasa nyeri dan tegang
- Peradangan berat
Pada tahap lanjut dapat menjadi luka bernanah
Penularan antar manusia pada jenis ini tergolong jarang.
2. Pes Paru (Pneumonic plague)
Ini adalah bentuk paling berbahaya dan paling mudah menular. Masa inkubasinya bahkan bisa hanya 24 jam.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : WHO
- pes penyakit
- infeksi bakteri
- yersinia pestis
- penyakit zoonosis
- gejala pes
- penularan kutu





