Pasar Gonjang-ganjing, Ini 8 Cara Investasi saat Krisis Biar Tetap Cuan

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ekonomi global yang tidak pasti kerap membuat banyak orang ragu dalam mengambil keputusan finansial, terutama dalam hal investasi. Ancaman krisis, baik akibat inflasi tinggi, suku bunga naik, maupun konflik geopolitik, dapat memicu gejolak pasar yang sulit diprediksi. 

Dalam kondisi seperti ini, penting bagi Anda untuk tidak hanya fokus pada potensi keuntungan, tetapi juga pada perlindungan aset yang sudah dimiliki.

Baca Juga :
7 Investasi Aman saat Krisis Global, Ini Pilihan yang Bikin Aset Anda 'Selamat'
Tarik Minat Investor AS, Purbaya Beberkan Kekuatan Ekonomi dan Strategi Fiskal RI

Berbagai lembaga keuangan global seperti International Monetary Fund dan World Bank telah berulang kali mengingatkan bahwa strategi investasi saat krisis harus lebih disiplin dan terukur. Investor dituntut untuk lebih selektif, menjaga likuiditas, serta memahami risiko yang ada di pasar.

Berikut beberapa tips investasi saat krisis sebagaimana dirangkum Viva pada Rabu, 15 April 2026.

1. Fokus pada aset berkualitas tinggi

Menurut analis dari Goldman Sachs dan JPMorgan Chase, aset dengan fundamental kuat cenderung lebih tahan terhadap tekanan ekonomi. Pilih perusahaan dengan arus kas stabil, utang rendah, serta model bisnis yang tetap berjalan meski ekonomi melambat.

2. Diversifikasi portofolio secara menyeluruh

Diversifikasi menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko. Jangan hanya berinvestasi pada satu jenis aset atau satu negara. Anda bisa mengombinasikan saham, obligasi, emas, hingga instrumen pasar uang untuk menjaga keseimbangan portofolio.

3. Perbanyak aset defensif

Morgan Stanley menyarankan investor untuk meningkatkan porsi aset defensif seperti obligasi pemerintah, sektor kesehatan, dan utilitas. Aset ini relatif lebih stabil saat pasar mengalami volatilitas tinggi.

4. Jaga likuiditas dan siapkan dana tunai

Likuiditas sangat penting saat krisis. International Monetary Fund menekankan bahwa memiliki dana tunai memungkinkan Anda bertahan dalam kondisi darurat sekaligus memanfaatkan peluang saat harga aset turun.

5. Tetap berinvestasi, hindari keluar total dari pasar

Data historis dari JPMorgan Chase menunjukkan bahwa investor yang keluar dari pasar saat krisis sering kehilangan momentum pemulihan. Tetap berada di pasar dengan strategi yang disesuaikan lebih disarankan daripada berhenti total.

6. Manfaatkan penurunan harga sebagai peluang

Krisis sering membuat harga aset turun signifikan. Menurut Goldman Sachs, kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk membeli aset berkualitas dengan harga lebih murah, selama dilakukan dengan analisis yang matang.

Baca Juga :
Langkah Antisipatif Pemerintah Redam Dampak Krisis Energi Global Perkuat Fondasi Nasional
10 Tips Mengatur Keuangan saat Krisis Mengintai, Minim Risiko dan Lebih Siap Hadapi Kondisi Darurat
12 Ide Usaha Tahan Krisis dengan Prospek Cerah, Cocok untuk Jangka Panjang!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perundingan Gagal, Iran Menolak Tinggalkan Senjata Nuklir, Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
Wamenkes Tekankan Deteksi Dini TBC untuk Lindungi Keluarga dan Lingkungan Sekitar
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Yai Mim Meninggal Dunia, Polisi Hentikan Penanganan Perkara
• 9 jam laludetik.com
thumb
Bripda Natanael Tewas Diduga Dianiaya Senior, Sejumlah Saksi Diperiksa Propam Polda Kepri
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Menhut Jelaskan Pembatasan Kuota Wisatawan Taman Nasional Komodo Tidak Tiba-tiba
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.