Wacana War Tiket Haji Dipastikan Belum Final, Menteri Haji Tegaskan Antrean Lama Tetap Aman

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan bahwa wacana perebutan atau war tiket haji masih sebatas rencana awal dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta.

Ia memastikan calon jemaah yang telah mengantre bertahun-tahun tidak perlu merasa khawatir dengan munculnya wacana tersebut.

"Itu masih wacana. Jadi, jemaah enggak perlu takut lah nanti, ‘Saya sudah antre sepuluh tahun, kok dihanguskan?’ Enggak, enggak. Tidak ada," ungkapnya.

Wacana Muncul untuk Pangkas Antrean Panjang

Irfan menjelaskan bahwa ide war tiket haji muncul sebagai salah satu upaya mencari solusi atas panjangnya antrean calon jemaah haji di Indonesia.

Menurutnya, kondisi antrean yang bisa mencapai puluhan tahun membutuhkan terobosan baru dari pemerintah.

"Kita butuh terobosan-terobosan untuk memangkas antrean yang panjang ini," ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa skema tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum ada keputusan final.

Libatkan Banyak Pihak dan Butuh Waktu Panjang

Ia menyebut pembahasan skema baru akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari DPR, pelaku bisnis haji, hingga para jemaah.

"Banyak hal, banyak stakeholder yang harus kita bicarakan; dan ini bukan keputusan dalam waktu sebulan-dua bulan, ini pasti butuh waktu panjang," jelasnya.

Wacana tersebut juga mendapat kritik dari kalangan legislatif, khususnya yang membidangi agama dan sosial.

Namun, pemerintah tetap melanjutkan pembahasan karena kebutuhan akan solusi dinilai mendesak.

"Cuma mungkin istilahnya bukan war tiket atau apalah istilahnya," kata Irfan.

Ia belum dapat memastikan apakah skema baru akan diterapkan dalam waktu dekat, termasuk pada tahun depan.

Meski begitu, pemerintah akan berupaya mempercepat pembahasan agar solusi segera ditemukan.

Antrean Dipastikan Tidak Dihapus

Irfan menegaskan bahwa skema apa pun yang nantinya diterapkan tidak akan merugikan jemaah yang sudah mengantre.

"Yang jelas antrean tidak akan kita hanguskan. Itu tetap, baik jemaah yang sudah antre lima tahun, sepuluh tahun, 15 tahun, enggak perlu khawatir," tegasnya.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah menjajaki komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait kemungkinan penggunaan kuota haji negara lain.

"Itu sudah pernah kita jajaki, tapi pemerintah Saudi kayaknya masih belum welcome (terbuka) dengan pola yang ini. Nanti kita coba bicara lagi dengan pemerintah Saudi," ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Luis Enrique Bilang PSG Pantas Lolos, Arne Slot Klaim Liverpool Harusnya Menang
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Wafat Saat Melahirkan, Terungkap Penyebab RA Kartini Meninggal di Usia 25 Tahun, Kondisi Ini Jadi Pemicunya
• 6 jam lalugrid.id
thumb
The Power of Number 17! Allano Brandon Bungkam Kritik, Bawa Persija Gilas Persebaya di GBK
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Konglomerasi Karoseri New Armada Resmi Merger BPR Artha Mlatiindah ke Dalam Artha Mertoyudan
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Bocah di Lombok Timur Tewas Diserang Gerombolan Anjing Liar Saat Main Layangan
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.