TABLOIDBINTANG.COM - Upaya peningkatan kualitas pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di sektor pangan olahan kembali digencarkan melalui kolaborasi antara PT United Family Food (Unifam) dan BPOM RI. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 8 hingga 10 April 2026, di Kantor Balai Besar POM Manado, Sulawesi Utara, dengan melibatkan 15 UMK binaan.
Program yang merupakan bagian dari Program Nasional Orang Tua Angkat ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha agar mampu memenuhi standar keamanan dan mutu pangan. Dalam pelaksanaannya, Unifam memberikan bimbingan teknis (bimtek) yang berfokus pada peningkatan kualitas produksi serta daya saing produk UMK.
Berbagai materi disampaikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemahaman keamanan pangan, penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), hingga teknik penyusunan label dan kemasan sesuai regulasi. Seluruh materi dirancang agar pelaku usaha dapat langsung mengaplikasikannya dalam proses produksi sehari-hari.
Government Relations & CSR Unifam, Danang Haris Pramudityo, menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi perkembangan UMK. “Melalui kolaborasi ini, kami berharap UMK pangan olahan dapat semakin siap memenuhi standar keamanan dan mutu yang ditetapkan, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain meningkatkan pemahaman, program ini juga diharapkan mampu mendorong pelaku UMK untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam proses produksi. Salah satu target utamanya adalah agar pelaku usaha dapat memenuhi persyaratan dan memperoleh izin penerapan CPPOB sebagai jaminan kualitas produk.
Partisipasi Unifam dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan UMK di Indonesia. Perusahaan menilai sektor pangan olahan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Head of Human Capital & Corporate Affairs Unifam, Windy Prastiwi, turut menambahkan bahwa penguatan kapasitas UMK merupakan elemen penting dalam membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan. “Unifam percaya bahwa penguatan kapasitas UMK merupakan bagian penting dari pembangunan ekosistem pangan yang berkelanjutan. Dukungan ini juga sejalan dengan komitmen kami dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Dengan adanya pendampingan ini, pelaku UMK diharapkan mampu berkembang lebih jauh, baik dari sisi kualitas produk maupun daya saing usaha. Tidak hanya itu, peningkatan kapasitas ini juga diharapkan berdampak pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta kesejahteraan masyarakat sekitar.




