SBY Tegaskan TNI Harus Netral, Larang Keterlibatan dalam Politik Praktis

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pentingnya netralitas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam kehidupan demokrasi serta melarang keterlibatan prajurit dalam politik praktis.

Pesan tersebut disampaikan SBY saat memberikan sambutan dalam agenda Supermentor 28 yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di The St. Regis Jakarta, Selasa (14/4/2026) malam.

Sebagai mantan panglima tertinggi, SBY menyampaikan harapannya agar TNI terus berkembang menjadi institusi yang semakin kuat dan profesional, namun tetap berpegang pada konstitusi.

Ia mengingatkan bahwa sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam reformasi ABRI, dirinya berharap TNI tetap menjalankan tugas pokok sesuai konstitusi dan tidak terlibat dalam politik praktis.

“Sebagai mantan pelaku reformasi ABRI, tetaplah pada tugas pokok sesuai dengan konstitusi. Jangan masuk dalam politik praktis,” ujar SBY.

SBY juga menekankan bahwa netralitas TNI merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama dalam penyelenggaraan pemilihan umum.

Baca Juga

  • SBY Wanti-Wanti Bila Perang AS-Iran Tak Berhenti Ekonomi Dunia Akan Berantakan

Menurutnya, TNI harus menjaga sikap netral dalam kehidupan demokrasi dan dalam proses pemilu agar penyelenggaraannya berjalan adil. “Tetaplah netral dalam kehidupan demokrasi, netral dalam pemilu supaya menjadi adil,” tegasnya.

SBY juga mengingatkan bahwa institusi negara seperti TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara merupakan milik seluruh rakyat Indonesia, sehingga harus bekerja secara profesional dan tidak berpihak.

 Menurutnya, kebanggaan terhadap kekuatan militer tidak hanya diukur dari kemampuan tempur, tetapi juga dari kepatuhan terhadap demokrasi dan supremasi hukum.

“Kita akan bangga TNI yang hebat, jago, tapi juga patuh pada demokrasi dan the rule of law,” lanjutnya.

Selain itu, Susilo Bambang Yudhoyono juga menyampaikan pesan kepada generasi muda yang dipandang sebagai calon pemimpin masa depan. Ia menekankan pentingnya membangun karakter yang kuat, tidak mudah menyerah, serta mampu menghadirkan gagasan sekaligus tindakan nyata sebagai bagian dari solusi.

SBY mendorong generasi muda untuk menjadi pribadi yang tidak hanya memiliki ide, tetapi juga mampu mengeksekusinya. “Jadilah man and woman of ideas dan action,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter yang tangguh dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Selain itu, SBY menekankan pentingnya sikap optimistis dan keberanian menghadapi kegagalan. Menurutnya, setiap orang harus memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu, serta tidak takut gagal karena kegagalan kerap menjadi pintu menuju keberhasilan. “Harus punya semangat ‘aku bisa’. Jangan takut gagal, karena setelah itu pintu sukses akan terbuka,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengacara Sebut Ada 27 Orang Diduga Dilecehkan di FH UI: Mahasiswi-Dosen
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Pernyataan Universitas Indonesia soal Dugaan Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Arya Khan Bongkar Penghasilan Pinkan Mambo dari TikTok, Ternyata Tembus Puluhan Juta Dalam Sehari
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Harga Emas Antam Rabu 15 April 2026 Naik Rp30.000 Jadi Rp2.893.000 per Gram
• 13 menit lalukompas.tv
thumb
Kenapa Isi Grup Chat 16 Mahasiswa FHUI Masuk Kategori Kekerasan Seksual? Begini Regulasinya
• 3 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.