Keluarga Korban Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Tembak Marinir Mengadu ke DPRD Jatim

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Keluarga Korban Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Tembak Marinir Mengadu ke DPRD JatimNasional | inews | Rabu, 15 April 2026 - 08:28Dengarkan Berita

SURABAYA, iNews.id – Keluarga korban peluru nyasar yang diduga berasal dari latihan menembak anggota Marinir TNI AL di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, mendatangi Gedung DPRD Jawa Timur (Jatim), Selasa (14/4/2026). Kedatangan mereka untuk mencari keadilan.

Dewi Murniati, ibu dari DFH (14), tidak kuasa menahan tangis saat menyampaikan kronologi kejadian di hadapan anggota DPRD Jatim. 

Dia melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya sekaligus mengadukan proses penyelesaian yang dinilai belum memberikan kejelasan.

Dalam penjelasannya, Dewi mengaku pihak keluarga sempat mendapat tekanan selama proses penanganan kasus. Dia menyebut adanya permintaan agar kejadian tidak dipublikasikan serta diminta membuat permohonan maaf kepada institusi terkait.

Hingga kini, upaya keluarga untuk memperoleh kejelasan dan pertanggungjawaban dinilai belum membuahkan hasil memuaskan. 

Dewi berharap DPRD Jatim dapat membantu mengawal kasus tersebut agar hak-hak anaknya terpenuhi. "Yang saya utamakan adalah upaya penyembuhan anak saya sampai tuntas," ujar Dewi.

Baca Juga:Cegah Kekerasan, Kemenag Dorong Pesantren Jadi Lingkungan Aman dan Ramah Santri

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jatim, Adam Rusydi mengatakan, segera menjadwalkan pemanggilan pihak Marinir guna melakukan mediasi dengan keluarga korban.

Sebelumnya, Komandan Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir TNI AL, Mayor Ahmad Fauzi buka suara terkait kabar siswa SMP di Gresik, Darrell Fauta Hamdani (14) yang diduga menjadi salah satu korban terkena peluru nyasar dari latihan militer 4 batalyon di lapangan tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Fauzi menyampaikan empati dan simpati atas peristiwa yang menimpa dua korban tersebut.

“Pertama-tama kami menyampaikan turut prihatin atas terjadinya musibah yang menimpa dua siswa SMP di Gresik. Kami memahami peristiwa ini menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran bagi kita semua. Kami atas nama Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir menyampaikan rasa simpati dan empati yang tulus terhadap para korban,” ujar Ahmad dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Diketahui, dua siswa kelas III SMPN 33 Gresik, yakni DFH (14) dan RQ (15), menjadi korban dugaan peluru nyasar saat berada di musala sekolah pada 17 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Salut! Tak Hanya Sembuh dari Kanker, Aldi Taher Kini Fokus Rawat Ibunda Pasca Stroke
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Kepri terpilih jadi lokasi penelitian perwira siswa Seskoau
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Arti Mimpi Pasangan Selingkuh Menurut Ahli
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Asing Diam-diam Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Melejit 2%
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wamenkes Tekankan Deteksi Dini TBC untuk Lindungi Keluarga dan Lingkungan Sekitar
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.