Anthropic Akui Bahas Kecerdasan Buatan Berisiko Tinggi dengan Pemerintahan Trump

katadata.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic mengonfirmasi telah memberikan pengarahan kepada pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Donald Trump terkait model AI terbarunya, Mythos. Model AI ini tidak dirilis ke publik karena dinilai berisiko tinggi.

Salah seorang pendiri Anthropic, Jack Clark, menyampaikan hal tersebut dalam wawancara di ajang Semafor World Economy Summit pada pekan ini. Mengutip TechCrunch, Selas a(14/4), ia menyebut model tersebut memiliki kemampuan keamanan siber yang sangat kuat sehingga berpotensi berbahaya jika disalahgunakan.

Clark mengatakan, pihaknya tetap berkomunikasi dengan Pemerintah AS karena menilai teknologi seperti Mythos memiliki implikasi terhadap keamanan nasional.

“Posisi kami adalah, pemerintah harus mengetahui hal-hal ini dan kami harus menemukan cara baru bagi pemerintah untuk bermitra dengan sektor swasta yang membuat hal-hal yang benar-benar merevolusi ekonomi, tetapi akan memiliki aspek-aspek yang berdampak pada keamanan nasional, ekuitas, dan lainnya,” kata Clark.

Konfirmasi ini muncul di tengah hubungan yang tidak sepenuhnya mulus antara perusahaan dan pemerintah. Pada Maret 2026, Anthropic menggugat Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) setelah kementerian itu menilai perusahaan tersebut sebagai risiko rantai pasokan.

Perselisihan itu berkaitan dengan kekhawatiran Anthropic atas potensi penggunaan sistem AI mereka untuk pengawasan massal terhadap warga serta pengembangan senjata otonom. Kendati demikian, Clark menyebut konflik itu sebagai sengketa kontrak terbatas dan tidak menghalangi komunikasi terkait isu strategis.

Laporan sebelumnya juga menyebut pejabat pemerintahan Trump mendorong sejumlah bank besar, seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Citigroup, Bank of America, dan Morgan Stanley untuk menguji model tersebut.

Dalam wawancara yang sama, Clark juga menyinggung dampak AI terhadap ketenagakerjaan. Ia menilai sejauh ini baru terlihat indikasi pelemahan peluang kerja bagi lulusan baru di beberapa sektor, meski belum menunjukkan dampak luas.

Sebelumnya, CEO Anthropic Dario Amodei memperingatkan, perkembangan AI dapat mendorong tingkat pengangguran tinggi. Namun Clark menilai proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi percepatan kemampuan AI yang sangat cepat.

Dalam kesempatan itu, Clark menyarankan mahasiswa untuk fokus pada kemampuan analitis dan lintas disiplin, seiring meningkatnya peran AI dalam berbagai bidang.

"Itu karena apa yang memungkinkan AI untuk kita lakukan adalah memungkinkan anda untuk memiliki akses ke sejumlah besar ahli di berbagai bidang,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rabu, tersedia layanan Samsat Keliling di 13 wilayah Jadetabek
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Kiprah 4 Pemain Tango di Super League! Mana Lebih Hebat: Peralta, Messidoro, Matricardi, atau Ramos Mingo?
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Trump Sebut Perundingan AS-Iran Bisa Berlanjut dalam Dua Hari ke Depan
• 17 jam lalumatamata.com
thumb
Persebaya Dilanda Masalah Kebugaran Pemain Jelang Lawan Madura United
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kapolri Listyo Sigit Tekankan Sinergi Buruh dan Pengusaha Demi Iklim Investasi Kondusif di Tengah Ketidakpastian Global
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.