Etihad Airways Pangkas Harga Tiket hingga 50 Persen untuk Dorong Pariwisata

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Maskapai penerbangan asal Abu Dhabi, Etihad Airways, mengambil langkah strategis dengan menurunkan harga tiket hingga 50 persen, guna meningkatkan pariwisata dan minat perjalanan internasional. Kebijakan ini mencakup berbagai rute populer, termasuk ke Inggris, Australia, Singapura, hingga Tokyo.

Penurunan tarif ini dilakukan di tengah menurunnya permintaan percaline di kawasan Timur Tengah, akibat situasi konflik yang masih berlangsung. Dampaknya terasa pada industri penerbangan, yang kini harus beradaptasi dengan kondisi pasar yang tidak menentu.

Salah satu rute yang menjadi sorotan adalah penerbangan pulang-pergi kelas ekonomi dari London ke Sydney melalui Abu Dhabi, yang kini ditawarkan dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan sebelumnya.

Di saat ketegangan geopolitik juga mendorong kenaikan biaya operasional, termasuk bahan bakar, maskapai-maskapai besar berlomba menerapkan kebijakan yang lebih ramah pelanggan.

Beberapa maskapai seperti Emirates, Saudia, Gulf Air, dan Air Arabia telah menawarkan opsi pemesanan fleksibel, memungkinkan penumpang mengubah jadwal perjalanan sesuai kebutuhan.

Namun, Etihad melangkah lebih jauh dengan strategi penurunan harga yang agresif. Langkah ini diharapkan mampu menarik kembali minat wisatawan, sekaligus mengisi kursi penerbangan yang sempat menurun drastis.

Pihak internal maskapai menyebutkan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mengembalikan tingkat keterisian pesawat seperti sebelum konflik terjadi.

Program diskon ini berlaku untuk perjalanan yang dijadwalkan pada bulan Mei hingga Juni. Destinasi yang termasuk dalam promo meliputi sejumlah tujuan wisata favorit, seperti Inggris, Australia, Singapura, Hong Kong, Bangkok, Maladewa, dan Tokyo.

Dengan harga yang lebih terjangkau, peluang terbuka bagi lebih banyak orang, termasuk mereka yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri, untuk menjelajahi rute-rute premium. Jika kondisi global kembali stabil, bukan tidak mungkin para penumpang baru ini akan menjadi pelanggan tetap di masa depan.

Meski demikian, calon penumpang tetap disarankan untuk memilih tiket dengan opsi fleksibel, seperti pengembalian dana atau perubahan jadwal. Hal ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan mendadak.

Selain itu, mengikuti informasi terbaru dari sumber resmi juga menjadi langkah bijak sebelum melakukan perjalanan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Raharja Energi Cepu (RATU) Bidik Akuisisi Aset Hulu Migas Baru pada 2026
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Combiphar melalui Brand Maltofer Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas
• 10 jam laludisway.id
thumb
Brace Sheva Imut Bawa Timnas Putri Indonesia Hajar Kaledonia Baru, Pastikan Posisi Ketiga di FIFA Series 2026
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
2 Saksi Kasus LPEI Kompak Mangkir
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Adu Rapor Keuangan 2025 Emiten Anthoni Salim dari INDF hingga BUMI, Siapa Juara?
• 11 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.